TribunJogja/

Meriahnya Atraksi Wisata Gelar Bregada Keprajuritan Kraton Ngayogyakarta ala Dinas Pariwisata DIY

Kegiatan bertajuk Atraksi Wisata Gelar Bregada Keprajuritan Kraton ini bertujuan untuk mengenalkan kepada publik akan nama-nama prajurit Kraton

Meriahnya Atraksi Wisata Gelar Bregada Keprajuritan Kraton Ngayogyakarta ala Dinas Pariwisata DIY
Tribun Jogja/ Hening Wasisto
Sejumlah prajurit Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat saat ikuti Atraksi Wisata Gelar Bregada Keprajuritan Kraton, Minggu (18/6/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ratusan prajurit Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang terbagi dalam 10 kelompok prajurit dikirab dari Kraton Ngayogyakarta ke arah selatan menuju pelataran Alun-alun kidul Yogyakarta, Minggu (18/6/2017).

Mengenakan pakaian khas abdi dalem dan menenteng senjata masing-masing macam tombak dan senapan, para prajurit ini dengan kompak berjalan beriringan layaknya tentara Nasional.

Sesampainya di pelataran Alun-alun Kidul para prajurit lantas menempati pos masing-masing untuk kemudian digelar upacara singkat yang dipimpin langsung oleh komandan para prajurit.

Adapun kesepuluh prajurit Kraton ini diantaranya, prajurit Wirobrojo yang berjumlah 52 prajurit, prajurit Daeng 50 prajurit, prajurit Surakarsa 40 prajurit, prajurit ketanggung 48 prajurit, prajurit Nyutra 60 prajurit, prajurit patangpuluh 48 prajurit dan masih ada beberapa prajurit bila di total ada lebih dari 200 prajurit.

Selain dikirab, dijelaskan pula tugas masing-masing prajurit di jamannya, seperti Prajurit Mantrijero yang bertugas sebagai pengawal Raja, serta prajurit Surakrsa yang menjaga gerbang Nirbaya dan Jagabaya yang sekarang dikenal sebagai plengkung Gading.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Aris Riyanta, menuturkan kegiatan bertajuk Atraksi Wisata Gelar Bregada Keprajuritan Kraton ini bertujuan untuk mengenalkan kepada publik akan nama-nama prajurit Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Dia berujar, keberadaan prajurit Kraton ini mempunyai sejarah panjang, yang mana telah ada sejak masa lampau, tepatnya era Kerajaan Mataram islam yakni Kotagede dan Pleret yang menjadi bagian penting dalam menyusun strategi dan taktik pertahanan militer masa lalu.

"Kami melihatnya ini sebagai sebuah wisata edukasi yang mana kita bisa tahu, oh ini to nama-nama prajurit Kraton beserta tugas-tugasnya," ujarnya.

Untuk itu Dinas Pariwisata DIY benar-benar mengapresiasi keberadaan prajurit ini dengan cara menggelar event seperti ini, yang mana telah memasuki tahun kedua.

"Event ini kami gelar setiap kali menyambut upacara Grebeg Kraton yang mana merupakan event yang teramat istimewa. Semoga pada tahun berikutnya kami bisa mempertahankan bahkan mengembangkan sehingga Yogya yang teramat istimewa ini bisa mewujudkan kawasan wisata budaya, dengan menjaga tradisi yang ada seperti ini," tukasnya. (*)

Penulis: sis
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help