TribunJogja/
Home »

DIY

» Bantul

Mental Pemain Masih Menjadi PR bagi Tim Persiba Bantul

Menurut pelatih kelahiran Lampung ini, kekalahan ini tidak lepas dari lemahnya mental bertanding anak asuhnya.

Mental Pemain Masih Menjadi PR bagi Tim Persiba Bantul
Tribunjogja.com | Suluh Pamungkas
Persiba Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Persiba Bantul harus kembali menelan pil pahit kala menjamu Persiwa Wamena dalam laga ujicoba yang digelar di Stadion Sultan Agung, Sabtu( 17/6/2017) malam.

Bermain di depan publik sendiri, Johan Manaji dan kawan-kawan menelan kekalahan 1-3.

Tim tuan rumah langsung tertinggal cepat saat laga baru memasuki menit kedua.

Pemain Persiwa, Jackson Baay berhasil menyarangkan bola ke gawang Persiba yang dikawal oleh Putut Jati Purnomo setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang tuan rumah.

Persiba berhasil menyamakan kedudukan saat laga memasuki menit ke 15 usai Bustomi dilanggar di kotak pinalti. Johan Manaji yang menjadi algojo berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.

Skor imbang hanya bertahan sebentar saja. Tim tamu kembali berhasil unggul di menit 29 setelah Novi Sahetapi menyarangkan bola ke gawang Putut setelah memanfaatkan sepak pojok.

Pemain bernomor punggung 18 ini kembali mencetak gol di menit-menit akhir melalui skema serangan balik di menit 87 hingga skor berubah menjadi 1-3. Hingga peluit panjang dibunyikan wasit, skor bertahan 1-3 untuk kemenangan tim tamu.

Kekalahan dalam laga ujicoba perdana melawan tim selevel inipun membuat kecewa sang pelatih, Purwanto Suwondo. Menurut pelatih kelahiran Lampung ini, kekalahan ini tidak lepas dari lemahnya mental bertanding anak asuhnya.

Saat menguasai bola, para pemain tidak memiliki kepercayaan ini menusuk ke jantung pertahanan lawan. Akibatnya, serangan yang dibangun selalu kandas sepertiga lapangan lawan.

“Mental pemain-pemain muda kita masih sangat lemah. Mereka tidak berani mengambil keputusan dan bingung saat menguasai bola. Akibatnya, mereka tidak mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya,”jelasnya usai laga.

Dia mengakui, mental bertanding ini memang menjadi kendala yang dihadapinya sejak awal kompetisi.

Tim pelatih pun sudah berusaha untuk meningkatkan mental bertanding para pemain dengan memberikan motivasi serta memperbanyak ujicoba.

Namun upaya tersebut hingga saat ini belum membuahkan hasil yang positif. Mental bertanding para pemain masih terlihat sangat lemah saat menjalani pertandingan.

“Kita akan berusaha maksimalkan waktu sisa sekitar dua minggu ini untuk mengangkat mental bertanding anak-anak. Kita akan berusaha membrikan motivasi dan mengajak mereka untuk refresing, mudah-mudahan dengan cara itu mental bertandingnya bisa meningkat,” imbuhnya. (*)

Penulis: has
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help