TribunJogja/

Berawal dari Hobi, Dara Ini Kini Tekuni Dunia Bisnis Tour Planner

Dari yang sederhana sampai urusan yang komplek semua akan dihandle secara profesional.

Berawal dari Hobi, Dara Ini Kini Tekuni Dunia Bisnis Tour Planner
ist
Sharifah Nafisah 

TRIBUNJOGJA.COM - Bermula dari hobi jalan-jalan dan melihat ada celah bisnis membuat Sharifah Nafisah merintis usaha tour planner.

Semua itu dilakukan sekitar tiga tahun lalu.

"Sesekali dipercaya orang lain untuk menghandle agenda kegiatan mereka, di situlah awalnya," tutur wanita yang akrab disapa Ipeh ini.

Pramana Tour Planner adalah unit bisnis Ipeh. Di sini klien tak hanya diantarkan untuk berwisata. Tapi juga diberikan perencanaan perjalanan agar lebih matang. Baik itu dari sisi konsep acara atau destinasi yang hendak dituju.

Itu pun tak melulu untuk keperluan berwisata. Studi tour atau kunjungan pun bisa ditangani Ipeh. Tergantung permintaan dari kliennya. Dari yang sederhana sampai urusan yang komplek semua akan dihandle secara profesional.

"Baik itu urusan rumah makan, penginapan, pusat oleh-oleh maupun armada yang dikehendaki," tutur dara kelahiran Sampit, 21 Februari 1994 ini.

Sampai saat ini, perjalanan klien terjauh yang pernah diakomodasi oleh mantan presenter televisi lokal ini adalah wisata ke Pulau Lombok. Sedangkan pelancong mancanegara yang pernah menggunakan jasa bisnisnya berasal dari Malaysia.

Apapun bisnisnya pasti memiliki tantangan. Begitu pula yang dirasakan pemilik tinggi badan 160 sentimeter ini. Kondisi di lapangan terkadang berbeda, dan permintaan dari satu rombongan berbeda-beda. Sehingga terkadang cukup bingung harus menuruti yang mana.

Namun, sebagai tour planner profesional akan selalu memberikan layanan yang bisa memuaskan semua kliennya. Apalagi dalam bisnis jada, kepuasan pelanggan adalah suatu faktor yang jelas-jelas tidak bisa ditawar.

"Kami punya prinsip, asal tidak rugi berapapun budget yang klien inginkan kami tetap berangkat. Kami tidak mematok harus untung sekian rupiah, yang penting klien kita ajeni, kalau istilah Jawanya," ujar Ipeh.

Menurutnya, peluang bisnis ini ke depannya masih sangat cerah. Terlebih jika core bisnis itu ada di Yogyakarta. Pasalnya, di kota ini memiliki semua jenis destinasi berpakansi yang sangat disukai pelancong. Budaya, sejarah, alam, religi, lengkap dengan dukungan fasilitas penginapan juga segala jenis kulinernya.

Selain itu, warga Yogyakarta sendiri, lanjut Ipeh, kerap mengadakan perjalanan ke luar kota. Entah itu untuk keperluan kedinasan, studi banding, peningkatan mutu dan semacamnya. Begitu pun untuk studi tour, pasti orang Yogyakarta melakukanya di luar kota.

Tak lupa, bisnis seperti ini juga menggeliatkan perekonomian warga sekitar titik-titik pariwisata. Karena bagi Ipeh akan banyak yang diuntungkan. Baik itu klien yang menikmati perjalanan, lokasi yang dituju dan tentu saja warga sekitarnya.

"Sama-sama saling memberi manfaat. Juga saling memberikan kemudahan. Insyaallah barokah," ujar penghobi berkunjung ke tempat-tempat bersejarah ini. (*)

Penulis: ais
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help