TribunJogja/
Home »

DIY

» Bantul

Terminal BBM Rewulu Gunakan Teknologi Modern Pengisian Mobil Tangki

Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Muchamad Iskandar meresmikan pengoperasian teknologi modern pengisian mobil tangki, New Gentry System

Terminal BBM Rewulu Gunakan Teknologi Modern Pengisian Mobil Tangki
Tribun Jogja/Dwi Nourma Handito
Mobil tangki melakukan pengisan di Terminal BBM Rewulu, Sedayu, Bantul, Jumat (16/6/2017) siang. Terminal BBM Rewulu kini menggunakan teknologi modern pengisian mobil tangki, New Gentry System (NGS). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dwi Nourma Handito

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Muchamad Iskandar meresmikan pengoperasian teknologi modern pengisian mobil tangki, New Gentry System (NGS) di Terminal BBM Rewulu, Sedayu, Bantul, Jumat (16/6/2017) siang.

Dengan penggunaan NGS ini maka sistem di Terminal BBM Rewulu semakin modern dengan sistem kontrol otomatis terpadu dari mulai kegiatan penerimaan, penimbunan sampai ke penyaluran BBM.

NGS di Rewulu ini dibangun sejak 2014 lalu.

Sistem ini memiliki beberapa keunggulan seperti teknologi modern pengisian mobil tangki secara multisimultan dan pelayanan yang lebih cepat dengan mengedepankan aspek ketepatan kualitas dan kuantitas BBM.

Hal ini diharapkan bisa memberikan layanan distribusi BBM yang lebih baik.

NGS ini menggunakan empat filling bays dan menggantikan 12 filling bays sistem lama yang digunakan sebelumnya.

Dengan sistem baru ini proses blending Bio Solar, Pertalite, Dexlite dilakukan dengan in line blending dengan lebih cepat dan berbeda dengan sebelumnya yang dilakukan secara manual dan waktu yang lama.

Waktu pengisian ke mobil tangki pun lebih cepat, yang sebelumnya 750 liter per menit menjadi 2.300 liter per menit.

Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Muchamad Iskandar seusai peresmian mengatakan bahwa semua layanan kini tengah menuju digitalisasi, penggunaan NGS adalah wujud digilatiasasi tersebut.

Layanan ini memiliki tiga aspek kenggulan.

"Yang petama keunggulannya kecepatan, kecepatan dari sistem pelayanan yang baru ini bisa tiga kali lipat lebih, jadi kalau dulu rata rata 700- 600 sekarang di 2300 per menit, sehingga kalau satu kompartemen itu 8000 berarti cuma butuh waktu 3-4 menit, dulu satu kompartemen bisa makan waktu 15 menit 20 menit, sehingga secara overall layanan kita ke SPBU ke industri lebih cepat," ujarnya.

"Kedua keakurasian karena ini digitalisasi semua jadi lebih akurat sekali, tidak ada selisih dalam deviasi jadi ada jaminan keakurasian dan tiga aspek quality produknya kan terjamin karena disitu ada sensor pengendali, jadi kalau kemasukan barang tidak sesuai spek akan ngelock," katanya. (tribunjogja.com)

Penulis: dnh
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help