TribunJogja/

Volume Air Sermo Menyusut, Pengairan Irigasi Sawah Dikurangi

Level elevasi atau ketinggian permukaan air di Waduk sermo saat ini sudah menyusut hingga level 133,84 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Volume Air Sermo Menyusut, Pengairan Irigasi Sawah Dikurangi
Tribun Jogja/Hamim Thohari
Waduk Sermo di Dusun Sermo, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO – Volume air di Waduk Sermo kian menyusut memasuki masa kemarau saat ini. Suplai air untuk areal pertanian di sejumlah wilayah di Kulonprogo pun turut mengalami penyesuaian.

Kepala Bidang pengairan, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo, Hadipriyanto mengatakan, level elevasi atau ketinggian permukaan air di Waduk sermo saat ini sudah menyusut hingga level 133,84 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Jika levelnya sudah mencapai 124 mdpl, air waduk tidak bisa lagi dialirkan untuk irigasi pertanian karena persediaan di bawah level itu hanya boleh digunakan untuk kepentingan bahan baku air minum oleh PDAM.

“Berdasarkan rapat koordinasi, kondisinya memang demikian. Persediaan air di Sermo sudah menjelang posisi siaga kekeringan. Jadi, harus ada pengurangan suplesi irigasi persawahan,” kata Hadipiryanto, Senin (12/6/2017).

Level normal perairan waduk berada di kisaran 136,60 mdpl dan selama masih di atas batas elevasi minimum masih bisa digunakan untuk pengairan sawah.

Perkiraannya, 25 Juni 2017 ini ketinggian air sudah turun hingga 124 mdpl sehingga pihak terkait harus lakukan penghematan pengairan sawah.

Jatah pengairan yang seharusnya bisa mengalirkan maksimal dua meter kubik per detik akhirnya harus dikurangi menjadi 1,5 meter kubik per detik saja hingga Juni nanti.

Hal tersebut sebagai bentuk upaya menyeimbangkan kebutuhan air pertanian dan kebutuhan bahan baku air minum agar tidak terjadi kekeringan.

Pengurangan kubikasi pengairan untuk persawahan itu juga berdampa ke sejumlah wilayah seperti di jalur irigasi Kamal dan sebagian wilayah Pengasih.

Petugas Operasional dan Pemeliharaan (OP) Sistem Kalibawang, Bidang Pengairan Dinas PUPKP Kulonprogo, Basito menjelaskan sesuai kesepakatan bersama dan mengacu tata tanam tahunan 2016/2017, Kulonprogo sekarang memasuki masa panen padi untuk golongan dua di sistem Kalibawang. Termasuk di daerah pertanian yang mendapatkan suplai air dari Waduk Sermo.

“Hanya saja, beberapa petani sekarang justru baru mulai tanam padi. Mau tidak mau mereka harus cari sumber air lain,” katanya.

Aliran air dari saluran irigasi Kalibawang dijadwalkan akan dimatikan mulai 16 Juli sampai 31 Juli 2017 dan selanjutnya akan mengalir kembali untuk tanam padi MT 1 di persawahan golongan 1 pada 1 Agustus.

Hal itu sudah sesuai seperti yang diatur dalam Peraturan Bupati No. 29/2016 tentang Tata Tanam Tahunan.

Tidak dialirkannya air selama kurang lebih setengah bulan menurutnya merupakan pengeringan rutin sesuai tata tanam palawija pada MT 3.

Bagi petani yang mengulur-ulur waktu tanam padi pada MT 2, diperkirakan akan kehilangan masa tata tanam palawija. (*)

Penulis: ing
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help