TribunJogja/
Home »

DIY

» Bantul

Banyak Ikan Berformalin, Masyarakat Perlu Waspada

Masyarakat diharapkan bisa lebih berhati-hati dan memahami dampak negatif dari bahan pangan berpengawet kimia.

Banyak Ikan Berformalin, Masyarakat Perlu Waspada
tribunjogja/singgih wahyu nugraha
Petugas menunjukkan ikan asin yang mengandung formalin dalam operasi gabungan. (ilustrasi) 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO – Warga diimbau lebih selektif membeli produk ikan. Banyak produk ikan asin berbahan pengawet kimia dari luar Kulonprogo beredar di pasar-pasar tradisional.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo, Sudarna mengatakan,  ikan asin yang mengandung formalin maupun boraks tak hanya ditemukan selama Ramadan ini.

Pada pengawasan rutin mandiri di hari biasa, petugas DKP juga kerap mendapatkan temuan ikan asin berbahan pengawet kimia.

Hampir semua penjualnya mengaku mendapatkan barang dari pedagang lain atau distributor di luar Kulonprogo.

Mereka dianjurkan tidak mengambil dagangan dari pihak yang sama dan diberi pengertian bahwa kandungan bahan berbahaya bisa dideteksi dengan tes cepat sehingga pedagang tak bisa membohongi petugas.

“Pengawasan itu sebagai pembinaan. Kalau mau sosialisasi dengan mengundang mereka ke dinas kan sulit,” kata Sudarna, Jumat (9/6/2017).

Dari sisi konsumen, masyarakat diharapkan bisa lebih berhati-hati dan memahami dampak negatif dari bahan pangan berpengawet kimia.

Tidak semua ikan asin yang dijual di pasaran mengandung formalin atau boraks maka itu konsumen bisa mengantisipasinya secara fisik luarnya.

"Tampilannya biasanya lebih mengkilat. Gampangannya, kalau lalat tidak mau mendekat, patut dicurigai ada pengawet kimianya,” imbuh Sudarna.

Pengawasan terhadap kelayakan bahan pangan memang dilakukan intensif selama Ramadan oleh tim terpadu dari Satpol PP, DKP, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian dan Pangan.

Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan, Bidang Penegakan Peraturan Daerah, Satpol PP Kulonprogo, Qumarul Hadi mengatakan produk ikan asin berpengawet kimia palign sering ditemukan selama operasi.

Bahkan, di Nanggulan, sempat ditemukan ikan asin dengan kadar formalin mencapai skala konsentrasi 100 ppm atau terbilang cukup tinggi. (*)

Penulis: ing
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help