TribunJogja/

Antisipasi Lonjakan Harga Sembako, Operasi Pasar Terus Digelar

Beberapa lokasi telah dilakukan operasi pasar, seperti yang baru saja dilakukan di Desa Piyaman, Kecamatan Playen, Gunungkidul.

Antisipasi Lonjakan Harga Sembako, Operasi Pasar Terus Digelar
tribunjogja/yudhakristiawan
Suasana operasi pasar daging sapi segar. (ilustrasi) 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyusun langkah untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan kebutuhan pokok yang kerap terjadi selama bulan puasa dan menjelang lebaran.

Salah satunya dengan pelaksanaan operasi pasar.

Kasi Metrologi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gunungkidul, Supriyadi, menuturkan, operasi pasar akan dilakukan terus mulai puasa ini sampai sesudah lebaran.

Ia menuturkan, beberapa lokasi telah dilakukan operasi pasar, seperti yang baru saja dilakukan di Desa Piyaman, Kecamatan Playen, Gunungkidul.

"Agenda operasi pasar sudah berlangsung sejak beberapa hari terakhir. Lokasinya menyebar kesejumlah wilayah kecamatan," ujarnya, Jumat (9/6/2017).

Lanjut Supriyadi, operasi pasar dan pasar murah semester pertama menyasar wilayah Kecamatan Wonosari, Saptosari dan Playen, Kecamatan Ngawen, Semin dan Kecamatan Nglipar.

Sebanyak kurang lebih 150 paket sembilan bahan pokok didistribusikan di setiap operasi pasar. Subsidi pun diberikan sehingga harga yang ditawarkan dapat lebih murah.

"Seperti bawang putih di pasaran bisa mencapai Rp 60 ribu perkilogram. Dalam operasi pasar harga nyaris turun separuh menjadi Rp 38 ribu," ujarnya.

Dia menuturkan, rumah tangga sasaran (RTS) yakni warga miskin menjadi sasaran untuk operasi pasar ini. Warga yang tidak masuk RTS tetap dapat mendapatkan bahan pokok di bawah harga pasar.

"Operasi pasar ini bertujuan agar masyarakat dapat membeli bahan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau di saat harga terus melambung tinggi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan SDA Setda Gunungkidul, Sri Suhartanta mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Tim Pemantau Inflasi Derah (TPID) juga akan melakukan pemantauan kebutuhan pangan di Gunungkidul.

Pemantauan ini untuk melihat kestabilan harga di pasar, termasuk stok dan ketersediaan. "Untuk lokasi pertama yang kita pantau ada di pasar Argosari Wonosari," kata Sri Suhartanta, Jumat (9/6/2017).

Selain melakukan pemantauan harga, pihaknya menggandeng Bulog juga membuat Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di beberapa Kecamatan, untuk menyediakan pangan dan sembako dengan harga murah.

"Baru sekitar 20 tempat RPK yang telah dibuat, menyebar kesejumlah desa. Keberadaan RPK ini nantinya dapat memasarkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau," ujarnya. (*)

Penulis: aka
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help