TribunJogja/

Aktifitas Gunung Merapi Sepekan Kemarin

Dalam minggu ini pun kegempaan di gunung Merapi tercatat 21 kali gempa multiphase (MP), 55 kali gempa guguran (RF) dan 14 kali gempa tektonik (TT).

Aktifitas Gunung Merapi Sepekan Kemarin
tribunjogja/gilang satmaka
Gunung Merapi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Berdasarkan hasil pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) aktivitas gunung Merapi selama sepekan kemarin, terhitung tanggal 02-08 Juni 2017 dalam tingkat aktivitas normal.

I Gusti Made Agung Nandaka selaku kepala BPPTKG Yogyakarta mengatakan, penilaian ini berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental yang dilakukan oleh BPPTKG.

Menurutnya, selama sepekan kemarin cuaca cerah terjadi pada pagi dan malam hari, sedang pada siang dan sore hari mendung dan berkabut.

"Dari pos pengamatan Kaliurang, asap berwarna putih, dengan ketebalan sedang dan tekanan gas lemah, serta tinggi maksimum 600 m arah barat, teramati pada tanggal 7 Juni 2017 pukul 07:20 WIB," katanya, Jumat (9/6).

Lanjut Agung, saat ini kondisi morfologi gunung Merapi belum menunjukkan adanya perubahan yang signifikan.

Dalam minggu ini pun kegempaan di gunung Merapi tercatat 21 kali gempa multiphase (MP), 55 kali gempa guguran (RF) dan 14 kali gempa tektonik (TT).

"Aktivitas kegempaan minggu ini masih berada dalam kategori normal," sambungnya.

Selain itu, untuk intensitas curah hujan tertinggi terjadi di pos pengamatan Ngepos, tercatat intensitas curah hujan 30 mm/jam selama 60 menit pada tanggal 8 Mei 2017.

"Tidak dilaporkan terjadinya penambahan aliran maupun lahar di sungai-sungai yang berhulu di gunung Merapi," jelas Agung.

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental tersebut, pihaknya menyimpulkan bahwa aktivitas gunung Merapi dinyatakan dalam tingkat aktivitas normal.

Mengingat kondisi morfologi puncak gunung Merapi saat ini rawan terjadi longsor, sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan para pendaki.

BPPTKG menyarankan kepada para pemangku kepentingan agar kegiatan pendakian gunung Merapi direkomendasikan hanya sampai di Pasar bubrah saja, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan upaya mitigasi bencana. (*)

Penulis: sis
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help