TribunJogja/

Kendaraan Angkutan Berat Dilarang Melintas di Ruas Jalan Klaten Selama Arus Mudik dan Balik

Upaya tersebut digelar guna memastikan lalu lintas selama arus mudik dan balik berjalan lancar.

Kendaraan Angkutan Berat Dilarang Melintas di Ruas Jalan Klaten Selama Arus Mudik dan Balik
Tribun Jogja/ Angga Purnama
Truk galian C melintas di Jalan Kebonarum-Kemalang, Selasa (28/6/2016). Mulai H-7 hingga H+7 truk galian C dan angkutan berat lainnya dilarang melintas 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Menjelang arus mudik dan balik, sejumlah kerawanan lalu lintas mulai dipetakan.

Upaya tersebut digelar guna memastikan lalu lintas selama arus mudik dan balik berjalan lancar.

Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten secara resmi mengeluarkan larangan melintas dan beroperasi bagi kendaraan angkutan berat.

Kepala Bidang Angkutan Dishub Klaten, Joko Suwanto, mengatakan larangan tersebut dikeluarkan untuk meningkatkan kapasitas jalan di wilayah Kabupaten Klaten.

"Kendaraan angkutan berat memiliki badan kendaraan yang lebar dan berjalan lambat karena berat muatan yang diangkut. Sehingga jika tetap beroperasi dikhawatirkan akan mengganggu kondisi lalu lintas yang padat," katanya, Jumat (9/6/2017).

Menurutnya larangan tersebut berlaku efektif mulai H-7 (18 Juni) hingga H+7 (3 Juli) bagi truk angkutan tambang, seperti angkutan pasir, batu, hingga batu bara.

Sementara untuk truk angkutan barang termasuk angkutan gandengan dilarang beroperasi dan melintas mulai H-4 hingga H+4 lebaran.

"Untuk JBI (Jumlah Berat yang Diizinkan) maksimal 14.000 kilogram," paparnya.

Meski ada larangan, Joko menjelaskan sejumlah angkutan barang masih diizinkan melintas. Antara lain angkutan pos, sembako, ternak, dan bahan bakar. (*)

Penulis: ang
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help