TribunJogja/

Pelaku Usaha Besar Gunakan LPG 3 Kg, Warga Kurang Mampu Tak Kebagian

Selama dua bulan ini, pihaknya telah melakukan investigasi terhadap distribusi gas elpiji tiga kilogram bersubsidi di Kabupaten Gunungkidul.

Pelaku Usaha Besar Gunakan LPG 3 Kg, Warga Kurang Mampu Tak Kebagian
Tribun Jogja/ Agung Ismiyanto
Seorang petugas dari sebuah agen sedang menata tabung gas LPG 3 Kg. (ilustrasi) 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Penyaluran gas elpiji tiga kilogram di Kabupaten Gunungkidul dinilai tidak tepat sasaran.

Bahan bakar yang disubsidi oleh pemerintah dan diperuntukkan untuk warga kurang mampu tersebut, justru malah banyak digunakan oleh masyarakat mampu dan pelaku usaha.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Ombudsman RI Perwakilan DIY, Budi Masturi.

Selama dua bulan ini, pihaknya telah melakukan investigasi terhadap distribusi gas elpiji tiga kilogram bersubsidi di Kabupaten Gunungkidul.  

Ia menilai distribusi gas elpiji bersubsidi tersebut masih salah sasaran. Penyaluran yang ada bukan kepada warga kurang mampu, namun sebaliknya digunakan oleh masyarakat mampu dan pelaku usaha.

"Hal ini tentunya tidak benar, karena gas elpiji tiga kilogram ini sesuai peruntukannya di subsidi untuk digunakan warga kurang mampu. Pada praktiknya di lapangan, malah mereka masyarakat yang mampu dan pelaku usaha yang menggunakan," ujar Budi Masturi, Minggu (4/6/2017).

Ia mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara, warga kurang mampu kerap tidak kebagian gas elpiji dan harus membelinya dengan harga yang mahal di pasaran.

Sementara gas habis dipergunakan masyarakat kurang mampu dan pelaku usaha seperti usaha rumah makan ataupun restoran.

"Mereka warga kurang mampu tidak kebagian, kalaupun ada harganya sudah mahal karena sudah masuk pasaran, jauh dari HET, jika semula  Rp 17.500, melambung menjadi Rp 20 ribu ke atas," ujar Budi.

Atas permasalahan tersebut, pihaknya pun sudah meminta penjelasan dari Pemkab Gunungkidul,  Hiswana dan juga Pertamina.

Halaman
12
Penulis: rfk
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help