TribunJogja/

Pengisian Jabatan Eselon di Pemkab Klaten Masih Tunggu Anggaran

Hasil uji kompetensi tersebut nantinya akan digunakan sebagai pertimbangan pengisian jabatan eselon III dan IV.

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Meski sudah melakukan uji kompetensi, pengisian kekosongan jabatan eselon III dan IV di lingkungan Pemkab Klaten belum dapat dilakukan seluruhnya.

Rencananya baru sebagian jabatan yang akan terisi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jaka Sawaldi, mengatakan saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten masih menunggu uji kompetensi dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP).

Hasil uji kompetensi tersebut nantinya akan digunakan sebagai pertimbangan pengisian jabatan eselon III dan IV.

"Hasil uji kompetensi akan menjadi pertimbangan, khususnya penempatan jabatan yang sesuai, baik teknis maupun adminitratif," ungkapnya, Jumat (2/6/2017).

Uji kompetensi dilaksanakan pada 12 hingga 13 Mei lalu dan diikuti oleh 137 Aparatur Sipil Negara (ASN). Saat ini terdapat 21 jabatan eselon III dan 59 jabatan eselon IV yang mengalami kekosongan.

Kekosongan tersebut disebabkan berbagai faktor, antara lain adanya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru dan ASN yang sudah pensiun. 

Diakui Jaka, setelah melakukan uji kompetensi tersebut, belum semua jabatan yang kosong akan terisi. Pasalnya, Pemkab masih membutuhkan uji kompetensi kembali untuk mengisi kekurangan tersebut.

"Nanti rencananya baru sebagian yang terisi. Karena keterbatasan anggaran yang ada, sisanya baru akan diisi setelah dilakukan uji kompetensi lagi," kata dia.

Kendati demikian, ia belum bisa memastikan kapan uji kompetensi kembali digelar. Hal ini lantaran Pemkab Klaten perlu memperhatikan pos anggaran yang ada.

"Sebenarnya di tahun anggaran 2017 tidak ada pos anggaran untuk pengisian jabatan eselon III dan IV, namun karena kebutuhan mendesak maka dilakukan tapi hanya sebagaian. Sementara sebagian lagi akan dibahas di anggaran perubahan apakah memungkinkan, jika tidak maka akan dilakukan di anggaran tahun berikutnya," katanya menjelaskan.

Jaka menambahkan, uji kompetensi bukan menjadi satu-satunya pertimbangan pengisian jabatan. Namun terdapat sejumlah poin yang akan digunakan.

"Ada beberapa poin, uji kompetensi salah satunya," ujarnya. (*)

Penulis: ang
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help