TribunJogja/

Bagaimana Menentukan Waktu Berbuka Puasa yang Tepat Ketika Berada di Pesawat?

Kapan waktu mahrib datang di tiap daerah berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Ada yang selisih beberapa menit saja tapi ada pula yang selisihnya

Bagaimana Menentukan Waktu Berbuka Puasa yang Tepat Ketika Berada di Pesawat?
Sciencealert.com
Jendela Pesawat Berbentuk Oval 

TRIBUNJOGJA.COM - Kapan waktu mahrib datang di tiap daerah berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Ada yang selisih beberapa menit saja tapi ada pula yang selisihnya jauh.

Nah, bagaimana menentukan kapan waktu yang tepat berbuka puasa, jika anda bepergian lintas negara menggunakan pesawat terbang saat puasa Ramadan?

Misalnya saja, saat itu anda kebetulan masih diketinggian ketika mahrib sebentar lagi datang.

Dikutip dari laman piss-ktb.com, waktu yang tepat untuk berbuka puasa baiknya mengikuti waktu daerah dimana berada.

Ada beberapa 'kunci' yang bisa dijadikan patokan kapan waktu mahrib datang:

Pertama, wilayah itu tak mengalami ghurub [seperti daerah kutub], maka waktu salatnya mengikuti kawasan yang terdekat.

Kedua, wilayah yang mengalami ghurub akan tetapi untuk mengetahui ghurub secara langsung masih terhalang oleh gunung atau bangunan maka waktu maghribnya menunggu habisnya bias cahaya matahari.

Ketiga; wilayah yang mengalami ghurub dan untuk melihat ghurub tidak terhalang oleh apapun maka waktu maghribnya adalah dengan tenggelamnya bundaran matahari meskipun masih ada bias cahaya.

Patokan itu dikuatkan dengan seperti yang kisahkan Abi Abdillah bin Musa Addhorir beliau dimintai fatwa tentang penduduk Iskandariah.

"Bagi pendduduk Iskandarian halal berbuka puasa ketika melihat tenggelamnya matahari dan bagi orang yang ada di atas menara tidak halal berbuka puasa, karena tenggelamnya matahari berbeda beda sebagaimana perbedaan tempat terbitnya, maka yang di perhitungkan adalah penduduk setiap tempat tenggelamnya.". (*)

Editor: iwe
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help