TribunJogja/

Puluhan Kilogram Gula Rafinasi Ilegal Diamankan Polisi

Sebanyak dua karung gula rafinasi merk bola merah sebanyak 50 kilogram dari tangan seorang pedagang di Desa Kepek, Wonosari.

Puluhan Kilogram Gula Rafinasi Ilegal Diamankan Polisi
tribunjogja/rendika ferri k
Petugas kepolisian Resort Gunungkidul memeriksa gudang yang dijadikan tempat penyimpanan gula rafinasi ilegal di Wonosari, Gunungkidul, Selasa (30/5/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kepolisian Resort Gunungkidul menggerebek dua toko kelontong di wilayah Kecamatan Wonosari.

Dalam pengerebekan itu, ditemukan puluhan kilogram gula rafinasi ilegal yang hendak didistribusikan di sejumlah wilayah di Gunungkidul.

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat, Kepolisian Resort Gunungkidul, Iptu Ngadino, mengatakan, Satuan Tugas Pangan Polres Gunungkidul berhasil mengungkap puluhan kilogram gula rafinasi ilegal yang siap didistribusikan.

Sebanyak dua karung gula rafinasi merk bola merah sebanyak 50 kilogram dari tangan seorang pedagang di Desa Kepek, Wonosari.

Kemudian, tujuh karung gula rafinasi merk DSI seberat 50 kilogram disita dari pedagang di Desa Baleharji, Wonosari.

“Mereka mengaku menjualnya kepada masyarakat gula pasir konsumsi, namun setelah diteliti lagi ternyata adalah gula rafinasi,” kata Ngadino, Rabu (31/5/2017).

Petugas pun menanyakan perizinan kepada pemilik gudang. Namun tidak dapat menunjukan dokumen yang menerangkan gula kristal rafinasi itu ditujukan kepentingan pribadi dan hanya menunjukkan surat keterangan SIUP,TDP dan ijin gangguan.

“Mereka baru melakukannya pertama kali ini,” tegasnya.

Ngadino mengatakan, aturan terkait gula rafinasi ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 74 tahun 2015 tentang perdagangan antar pulau, dan Nomor 117 tahun 2015 tentang ketentuan impor gula.

Dalam peraturan tersebut. gula rafinasi tidak boleh diperjual-belikan untuk konsumsi langsung oleh masyarakat. Gula rafinasi hanya boleh digunakan untuk industri. 

“Kami mengawasi peredarannya, karena gula rafinasi ini memang hanya ditujukan untuk kepentingan industri,” terangnya.

Lanjutnya, Satgas pangan kemudian melakukan penyegelan dengan memasang police line di gudang tersebut. Pengembangan kasus dilakukan untuk mengatahui asal gula rafinasi serta distribusinya.

“Kami belum tetapkan tersangka, namun yang bersangkutan melanggar UU Perdagangan dan UU Perlindungan Konsumen,” ucapnya.

Sementara itu, Kasi Metrologi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Supriyadi, mengatakan, pemantauan terhadap gula rafinasi terus dilakukan dengan PPNS provinsi DIY, agar distribusi gula sesuai dengan peruntukannya.

“Kami akan koordinasikan dengan provinsi terkait temuan ini,”ujarnya. (*)

Penulis: rfk
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help