TribunJogja/

Duh, 800 Pelajar SMP di Kulonprogo Tercatat Sudah Merokok

Ia mengatakan bahwa penyebab utama para pelajar ini merokok adalah karena ikut-ikutan.

Duh, 800 Pelajar SMP di Kulonprogo Tercatat Sudah Merokok
net
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejumlah 800 siswa SMP di Kabupaten Kulonprogo tercatat sebagai perokok. Jumlah tersebut dinilai sangat tinggi mengingat populasi pelajar SMP di Kulonprogo sekitar 15.000 orang.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo menjelaskan bahwa data tersebut berdasarkan survei yang dilakukan pihaknya bersama Nanyang University pada tahun 2016 lalu.

"Usia 13-16 tahun mencoba merokok. Populasinya hampir 36 persen. Artinya perokok sekarang mencoba merokok di usia 13-16 tahun," bebernya saat ditemui di Kepatihan, Rabu (31/5/2017).

Ia mengatakan bahwa penyebab utama mereka merokok adalah karena ikut-ikutan. Banyak dari mereka tinggal di lingkungan yang dipenuhi oleh para perokok.

"Dan uniknya, anak-anak yang tinggal di pegunungan lebih nggak malu (merokok) dari remaja perkotaan yang sembunyi-sembunyi (ketika merokok). Karena merokok di jamuan desa (pegunungan) lebih (dianggap) biasa," urainya.

Hal itu, membuat pria yang juga berprofesi sebagai dokter tersebut getol dam membuat dan menerapkan Perda nomor 6 tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Alasan pentingnya menerapkan Perda tersebut adalah terkait masalah ekonomi dan kesehatan. (*)

Penulis: kur
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help