TribunJogja/

Banyak Generasi Muda Tak Hapal Pancasila, Lambang Garuda Juga Jarang Terlihat Terpasang

Di era globalisasi seperti saat ini, pengaruh modernisasi sangat berpengaruh pada pemahaman anak terhadap Pancasila.

Banyak Generasi Muda Tak Hapal Pancasila, Lambang Garuda Juga Jarang Terlihat Terpasang
ist
Pancasila 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pancasila, sebagai ideologi negara seharusnya dapat dipahami dan diamalkan oleh seluruh warga negara, terutama generasi muda masa kini.

Namun tak sedikit dari mereka yang masih tak hafal dan memahami makna pancasila. 

"Murid saya ada sekitar 20 persen yang tidak hapal Pancasila. Mereka ada yang hapal namun hanya sebagian saja," kata Maryono, Guru kelas 4 SD Wonosari IV, Wonosari, Gunungkidul, Rabu (31/5/2017).

Maryono mengakui, jika dirinya memang mendorong anak didiknya untuk dapat belajar memahami arti penting dari Pancasila sebagai ideologi dasar bangsa, bukan hanya sekedar menghapalkannya saja.

Namun di era globalisasi seperti saat ini, pengaruh modernisasi sangat berpengaruh pada pemahaman anak terhadap Pancasila. Mereka lebih suka menonton televisi atau bermain gawai dibandingkan belajar Pancasila dan kewarganegaraan.

"Pentingnya belajar sejarah hingga lambang negara Adalah untuk meningkatkan jiwa nasionalisme terutama mereka generasi muda penerus bangsa," tutur Maryono.

Maryono pun terus mendorong anak didiknya agar tetap belajar sejarah dan ideologi negara dengan cara yang menarik, seperti dengan media pembelajaran video atau permianan, sehingga siswa dapat tertarik mempelajarinya.

"Seperti yang kita lakukan besok ini pada Hari Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni 2017, kami putarkan video sejarah untuk anak-anak agar mereka dapat lebih paham akan sejarahnya, dan memaknai pancasila demi meningkatkan jiwa nasionalisme," ujarnya.

Kendati tak banyak yang hapal Pancasila, Anggraini Puspita Ningrum (9), siswa kelas 1 SD 4 Wonosari, mengaku sudah hapal sila Pancasila sejak duduk di bangku kelas 1 SD. Namun masih belum dapat memahaminya.

"Pancasila ada lima sila, saya hapal dari sila satu sampai lima," tuturnya.

Tak hanya Pancasila, garuda sebagai lambang negara serta foto presiden dan wakil presiden yang dulu selalu terpasang, kini sulit ditemui di gedung mana pun.

Gunawan, salah seorang warga Patuk, Gunungkidul, mengaku jika di Desa tempat tinggalnya sudah tak banyak yang memasang lambang negara atau foto presiden atau wakil presiden.

"Sulit sekarang menemukan ada rumah yang memasang burung Garuda, dan foto presiden berserta wakilnya," kata Salah satu warga Kecamatan Patuk, Gunawan. (*)

Penulis: rfk
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help