TribunJogja/

Rampas Ponsel, Mantan Tenaga Honorer asal Wates Ini Kalungkan Clurit ke Kasir Toko

Datang mengendarai sepeda motor bernomor polisi A 5613 EL, Budi langsung masuk ke dalam toko tanpa melepas helmnya.

Rampas Ponsel, Mantan Tenaga Honorer asal Wates Ini Kalungkan Clurit ke Kasir Toko
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO – Masalah kemiskinan konon adalah pangkal tindak kriminalitas. Kiranya, hal ini pula yang tergambarkan dari tindakan nekat Budi Cahyono (33).

Demi merampas telepon seluler, mantan tenaga honorer sebuah sekolah di Panjatan ini nekat mengalungkan sebilah clurit kepada kasir toko modern di Wates, pertengahan April lalu.

Ia telah diamankan polisi pada Senin (29/5/2017) malam kemarin di rumahnya di Desa Triharjo, Wates. Polisi berhasil mengenali identitasnya setelah mempelajari isi rekaman kamera pengintai di toko modern tersebut saat pelaku beraksi.

“Pelaku kami tangkap karena melakukan curas (pencurian dengan kekerasan) mengalungkan clurit kepada korban untuk merampas handphone. Motifnya, pelaku yang hanya buruh serabutan itu butuh uang untuk mencukupi kebutuhan kesehariannya,” kata Kasat Reskrim Polres Kulonprogo, AKP DIcky Hermansyah, Selasa (30/5/2017).

Budi mendatangi toko tersebut sekitar pukul 00.30 saat kondisi sedang sepi pengunjung.

Datang mengendarai sepeda motor bernomor polisi A 5613 EL, Budi langsung masuk ke dalam toko tanpa melepas helmnya.

Saat itu, ada dua pelayan toko yang bertugas menjaga kasir dan satu di antaranya tengah memegang handphone.

Budi langsung mengeluarkan sebilah celurit dari tas selempangnya dan dengan cepat mengalungkannya kepada korban sambil merampas handphone tersebut.

Setelah itu, pelaku kabur melarikan diri tanpa ada perlawanan dari korbannya. Polisi sempat kesulitan untuk mengungkap identitasnya dari rekaman kamera CCTV lantaran saat beraksi pelaku menggunakan helm.

“Fasilitas CCTV di toko waktu itu tidak terlalu jelas menunjukkan wajah pelaku. Namun, setelah kami pelajari lebih lanjut, penyidikan mengarah kepadanya. Maka itu, kami butuh waktu hingga 1,5 bulan untuk busa mengungkap sosoknya dan langsung menangkapnya,” tambah Dicky.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit sepda motor, satu unit handphone milik korban, satu hel, tas, sepatu dan sebilah celurit yang digunakan pelaku beraksi.

Ia kini dijerat dengan pasal 365 ayat 1 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. (*)

Penulis: ing
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help