TribunJogja/

Proyek Fisik Harus Berhenti H-7 Lebaran

Ada beberapa pekerjaan yang yang memang sudah mencapai 70 persen dan diperkirakan sudah selesai sebelum Lebaran.

Proyek Fisik Harus Berhenti H-7 Lebaran
tribunjogja/hasan sakri ghozali
Revitalisasi Malioboro tahap II telah menuju titik akhir pengerjaan yakni di depan area Monumen Serangan Umum 1 Maret. (ilustrasi) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) menjelaskan untuk proyek fisik yang belum tuntas akan dihentikan sementara pada H-7 Lebaran.

Sementara, proyek fisik akan kembali dilanjutkan pada H+3 Lebaran mendatang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogya, Agus Tri Haryono, menjelaskan, untuk tahun ini pihaknya mengerjakan 63 paket pekerjaan fisik.

Menurutnya, seluruh paket pekerjaan ini sudah berhasil dilimpahkan ke layanan pengadaan untuk dilelangkan.

“Sebagian besar juga telah ditentukan pemenangnya, bahkan ada yang langsung dikerjakan. Kami juga berharap proyek fisik yang digulirkan saat ini tidak memiliki dampak signifikan pada saat Lebaran mendatang,” ujarnya, Senin (29/5).

Dia menjelaskan, ada beberapa pekerjaan yang yang memang sudah mencapai 70 persen dan diperkirakan sudah selesai sebelum Lebaran.

Diantaranya, adalah pekerjaan drainase di Tegalrejo dan Suryodiningratan yang membutuhkan pembongkaran jalan.

“Proyek fisik yang belum selesai akan dihentikan sementara pada H-7 Lebaran. Sementara, proyek akan dilanjutkan paling cepat pada H+3 Lebaran,” ujar Agus.

Pihaknya pun optimistis dengan waktu yang tersedia, meski akan dilaksanakan usai Lebaran. Begitu juga untuk proyek besar lainnya seperti pembangunan gedung Inspektorat hingga rehabilasi sejumlah perkantoran.

“Setelah Lebaran masih ada waktu efektif enam bulan, kami nilai cukup untuk menyelesaikan proyek,” ulasnya.

Sementara, beberapa proyek yang sudah ada pemenang lelangnya seperti revitalisasi drainase Jalan Kenari akan dilaksanakan setelah Lebaran.

Proyek dengan nilai Rp 17,5 miliar itu akan dikerjakan usai Lebaran lantaran pemenang khawatir jika arus lalu lintas terganggu jika dikerjakan sebelum lebaran.

Pengerjaan proyek tersebut, rencananya akan digarap pada 4 Juli mendatang. Pengerjaan ini dilakukan dengan membongkar jalan.

Selain itu, pihak rekanan juga akan melakukan persiapan teknis. Diantaranya adalah dengan pembuatan box culvert di gudangnya yang akan digunakan sebagai konstruksi utama drainase.

“Begitu jalan dibongkar maka akan langsung dipasang box culvert, kemudian langsung ditutup. Dengan begitu, drainase sepanjang ratusan meter diprediksi akan selesai kurang dari dua bulan,” urainya. (*)

Penulis: ais
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help