TribunJogja/

Ramadan 1438 H

Harga Kolang Kaling di Klaten Meningkat Selama Ramadan

Biasanya kolang-kaling dimanfaatkan sebagai bahan isian minuman buka puasa seperti kolak, dawet, atau tambahan es buah

Harga Kolang Kaling di Klaten Meningkat Selama Ramadan
Tribun Jogja/ Angga Purnama
Pedagang kolang-kaling menyiapkan dagangannya di Pasar Induk Klaten, Selasa (30/5/2017). Saat Ramadan, kolang-kaling banyak dicari pembeli 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Memasuki bulan Ramadan, harga kolang-kaling mengalami peningkatan. Pasalnya, meski bukan kebutuhan pokok, kolang-kaling banyak dicari masyarakat.

Pada awal puasa, harga kolang-kaling mencapai Rp15.000 per kilogram. Padahal di sebelum Ramadan, harga bahan pangan tambahan itu hanya Rp10.000 per kilogram.

Seorang penjual kolang-kaling di Pasar Induk Klaten, Suratmi mengatakan peningkatan harga kolang-kaling tersebut dipengaruhi tingginya permintaan pembeli.

Biasanya kolang-kaling dimanfaatkan sebagai bahan isian minuman buka puasa seperti kolak, dawet, atau tambahan es buah.

"Hari biasa rata-rata habis 1,5 kwintal sehari, tapi kalau Ramadan biasanya lebih. Bisa sampai 5 kwintal sehari," ungkapnya ditemui di kiosnya, Selasa (30/5/2017).

Hal yang sama juga dikatakan Giyat, pedagang kolang-kaling lainnya. Meskipun terjadi kenaikan harga, masih banyak pembeli yang mencari.

"Kalau puasa (Ramadan) banyak yang cari. Makanya sedia banyak," katanya.

Kendati masih banyak yang mencari, Suratmi mengatakan Ramadan tahun ini kolang-kaling yang dijualnya kurang bagus. Buah kolang-kaling yang dipasok bertekstur keras karena dipanen lebih tua dari biasanya.

"Selain itu, penennya sedikit, pasokan dibatasi karena persediaan kolang-kaling sedikit," paparnya. (*)

Penulis: ang
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help