TribunJogja/

Sinau Bareng Cak Nun di UII

Permasalahan yang ada pada masyarakat kita adalah adanya pendikotomian antara ilmu pengetahuan dan spiritual.

Sinau Bareng Cak Nun di UII
magangtribunjogja/Namun Wenger menegaskan dia akan menyingkarkan ketidakpastian itu dan mencoba untuk fokus masuk zona Liga Champions.
Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng dalam rangka milad FPSB yang ke 22 dan UII yang ke 74, pada Jumat (19/5/2017). 

Laporan Reporter Magang Tribun Jogja, Kholid Anwar

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN -  Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fa kultas Psikologi dan Ilmu  Sosial Budaya (LEM FPSB)  bekerja sama dengan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial  Budaya Universitas Islam  Indonesia (FPSB UII)  mengadakan Sinau Bareng Cak  Nun dan Kiai Kanjeng dalam  rangka milad FPSB yang ke 22  dan UII yang ke 74. 

Acara  tersebut dilaksanakan pada  Jumat (19/5/2017) dan bertempat di  barat masjid ulil albab UII.

Arief Fahmie, selaku Dekan  FPSB UII mengungkapkan bahwa  fakultasnya memang secara  rutin mengadakan pengajian  menjelang ramadan.

“Pengajian seperti ini membentuk kebersamaan dengan  masyarakat sekitar UII,”  ungkap Agus Taufik, Wakil  Rektor 3 UII.

Membentuk insan ulil albab  merupakan tema yang diambil  dalam Sinau Bareng Cak Nun.

Cak Nun menyampaikan dalam sepenggal materinya bahwa permasalahan yang ada  pada masyarakat kita adalah  adanya pendikotomian antara  ilmu pengetahuan dan  spiritual. Maka yang terjadi  adalah degradasi terhadap  keduanya. 

Dia mengungkapkan bahwa perpecahan seperti yang  terjadi sekarang ini karena  masing-masing kelompok  ataupun individu ingin  menyampaikannya kebenarannya  sendiri. 

Dengan demikian maka  yang terjadi adalah mencari kelemahan ataupun keburukan  terhadap yang lainnya.

Menjadi Ulil Albab harus dimulai dengan kedewasaan berpikir, dengan demikian perpecahan tidak akan terjadi di masyarakat Indonesia.

Acara Sinau Bareng Cak Nun  ini dihadiri lebih dari  ratusan civitas akademi UII  dan masyarakat sekitar.  Dimulai dari pukul 19.30  sampai 01.00 WIB. (*)

Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help