TribunJogja/
Home »

DIY

» Sleman

Pria Asal Sleman Edarkan Obat Terlarang, Pelajar SMA Jadi Konsumennya

Saat dilakukan penggeledahan petugas menemukan barang bukti pil yang sama sebanyak 122 butir, dan uang sisa hasil penjualan sebanyak Rp 30 ribu.

Pria Asal Sleman Edarkan Obat Terlarang, Pelajar SMA Jadi Konsumennya
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Satuan Narkoba Polres Sleman mengungkap peredaran obat-obatan terlarang dari razia anti klithih yang dilakukan belakangan ini.

Petugas melakukan penyisiran dan mengamankan pengedar, Bungsu (31) warga Ngemplak, Sleman. Tersangka ini mengedarkan obat-obatan terlarang jenis trihexiphenydil ke kalangan pelajar.

Kasat Narkoba Polres Sleman AKP Tony Priyanto mengatakan terungkapnya peredaran tersebut setelah petugas kepolisian melakukan razia klithih.

Saat dilakukan penggeledahan oleh IN, seorang pelajar SMA di wilayah Ngemplak, petugas mendapatkan tiga butir pil trihex.

"Karena ini menyangkut Undang-undang kesehatan, maka yang bersangkutan kami tetapkan sebagai saksi korban dan tidak ditahan. Kami lantas memburu pengedar di atasnya," jelas Tony.

Dari keterangannya, petugas kemudian menangkap Budi (20) seorang juru parkir di wilayah Mlati, dan tersangka lain yakni BK alias Bungsu, (31) yang juga warga Mlati, Sleman.

Dari penangkapan tersangka Budi, petugas tidak menemukan barang bukti, namun saat diinterogasi dialah yang menjual pil itu kepada IN.

Pengembangan kasus mengarah kepada Bungsu. Ternyata barang yang dijual Budi berasal dari pria yang bekerja sebagai buruh ini.

Saat dilakukan penggeledahan petugas menemukan barang bukti pil yang sama sebanyak 122 butir, dan uang sisa hasil penjualan sebanyak Rp 30 ribu.

Kedua tersangka ini kemudian dijerat dengan pasal 196 dan 197 UU RI no 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.

"Tersangka BK ini mendapatkan obat-obatan terlarang ini dari Solo. Kami masih mengembangkan kasus ini untuk melacak bandar yang lebih besar," tambahnya.

Atas temuan itu, Tony mengimbau kepada setiap orang tua untuk selalu memantau aktivitas anaknya. Dari kasus itu, pengedar sudah menyasar para pelajar.

Peredaran obat-obatan terlarang masih banyak ditemukan di wilayah Sleman. Dari tiga minggu terakhir saja, pihak kepolisian telah mengamankan tujuh tersangka pengedar obat-obatan terlarang dan psikotropika.

"Ini mengkhawatirkan, merasa ingin ngetrend para pelajar mengonsumsi obat-obatan terlarang. Mereka ingin mencari jati diri dengan cara yang salah," tandasnya. (*)

Penulis: nto
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help