TribunJogja/
Home »

DIY

» Bantul

Penyusup Masuk ke Sekolah untuk Sebarkan Paham Radikal ke Siswa

Memang pernah ada salah satu SMA di Yogyakarta yang terindikasi dimasuki paham radikalisme oleh orang tertentu.

Penyusup Masuk ke Sekolah untuk Sebarkan Paham Radikal ke Siswa
tribunjogja/pradito rida pertana
Halaqoh dan Silaturahim Kapolda DIY dengan Alim Ulama NU se Kabupaten Bantul di Kantor Pimpinan Cabang Nahdatul Ulama Bantul yang bertempat di Jalan Marsda Adisucipto Bantul, Sabtu (20/5/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kabar bahwa di Yogya ada sekolah yang menjadi tempat untuk membaiat para pelajar masuk kelompok penganut paham tertentu beberapa waktu lalu ternyata karena telah disusupi.

Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dofiri seusai menghadiri acara di Kantor PCNU Bantul mengatakan, memang pernah ada sebuah SMA di Yogyakarta yang terindikasi dimasuki paham radikalisme oleh orang tertentu.

"Jadi ada orang yang nyusup ke satu sekolah saja, bukan sekolah yang mengajarkan baiat, kejadiannya sudah sebulan atau dua bulan yang lalu. Radikalisme pernah ada di satu sekolah, ada orang yang masuk ke salah satu sekolah tersebut dan menurunkan ke siswanya," jelasnya.

Brigjen Pol Ahmad Dofiri menambahkan, kejadian tersebut memang pernah ada dan pihaknya sudah menanganinya dan bekerjasama dengan MUI dan NU cabang setempat.

"Kita sudah menanganinya agar mereka tidak terlalu terhanyut, karena disinyalir dicekokin dengan pengajian-pengajian yang kaya gitu," imbuhnya.

Lanjutnya, pihaknya bersama Dinas Pendidikan sudah bekerja sama, memang bukan sekolah yang mengajarkan melainkan karena orang yang menyusup tersebut.

"Kita mengimbau pada guru-guru jika mengundang ustaz, yang datang itu betul-betul mengajarkan yang pada umumnyalah, bukan mengajarkan paham radikal. Kan banyak kiai dan juga ulama kok kenapa harus nyari orang yang seperti itu," pungkasnya. (tribunjogja.com)

Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help