TribunJogja/

Penganiayaan oleh Sekelompok Orang di Sekitar SMA 8 Yogyakarta

Kejadian terjadi sekitar pukul satu dini hari saat korban bersama temannya tengah nongkrong di sebuah warung kopi di daerah tersebut.

Penganiayaan oleh Sekelompok Orang di Sekitar SMA 8 Yogyakarta
tribunjogja/pradito rida pertana
Kendaraan pelaku yang berhasil disita oleh pihak kepolisian sektor Umbulharjo. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penganiayaan terjadi di pojok timur SMA 8 Yogyakarta, tepatnya di sebuah warung kopi oleh sekelompok remaja yang mengakibatkan korbannya mengalami luka di tangan dan muka, Sabtu (20/5/2017).

Adapun korban bernama Muammar Mirza (23), mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta yang beralamatkan di Kota Gede.

Kapolsek Umbulharjo, Kompol Sutikno S.IK mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa sepeda motor scoopy warna merah no.pol AB 4132 XY dan motor vario warna hitam merah dengan no.pol AB 2468 XY.

Lanjutnya, para pelaku masih berusia belasan tahun, pelaku yang berhasil diamankan berinisial FD (17) warga Kasihan, Bantul yang mengemudikan scoopy, AKH (18) warga Pandak, Bantul sang pembonceng, dan J (16) warga Sewon, Bantul sebagai joki Vario.

Baca: Setelah Pukuli Korban dan Pergi, Pemuda Ini Sempat Kembali Lagi Bawa Rombongan

Kompol Sutikno menjelaskan, kejadian terjadi sekitar pukul satu dini hari saat korban bersama temannya tengah nongkrong di sebuah warung kopi di daerah tersebut.

"Menurut keterangan korban, dia bersama dengan 5 temannya nongkrong di warung timur SMA 8 Yogyakarta. Sekitar pukul 00.10 tiba -tiba datang pengendara sepeda motor scoopy berboncengan lalu si penggendara sepeda motor scoopy/ pelaku 1 turun dan menanyakan ke korban 'Kowe cah CBZ SMA 8 to?' dan dijawab korban 'Kulo alumni 2012' namun pelaku tidak percaya dan memaki-maki korban," katanya.

Baca: Rombongan Pelaku Penganiayaan Lempar Batu,  Ada yang Mengenai Warga

Ia melanjutkan, korban kemudian meminta salah satu pelaku untuk duduk dan berbicara baik-baik namun pelaku tidak mau.

Pelaku sempat meminta rokok korban yang ada dimeja dan ia (korban) kemudian mempersilahkan rokoknya untuk diambil dan pelaku.

Tidak cukup mengambil 1 batang rokok kemudian bungkus rokok milik korban dibawa pelaku.

"Korban meminta kembali rokoknya yang dibawa pelaku namun dijawab oleh pelaku 'Lha ra trimo po piye?' sambil memukul korban dan mengenai bibirnya kemudian korban diseret pelaku," pungkasnya. (*)

Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help