TribunJogja/

Kedai Ketik Gabungkan 3 Konsep yang Bertentangan

Tampil sebagai maskot kafe, dinding berhiaskan mesin ketik era 1950-an inipun menjadi lokasi favorit pengunjung untuk berswafoto.

Kedai Ketik Gabungkan 3 Konsep yang Bertentangan
tribunjogja/bramasto adhy
Salah satu menu di Kedai Ketik. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mencoba tampil beda di antara kafe-kafe lain, Kedai Ketik menggabungkan tiga konsep yang bertentangan.

Konsep vintage, industrial dan pop dihadirkan untuk menawarkan ambience unik pada setiap pengunjungnya.

Unsur vintage dihadirkan melalui banyaknya mesin ketik kuno yang telah dicat warna-warni. Boleh dibilang, mesin ketik ini menjadi icon Kedai Ketik yang sangat relevan dengan namanya.

Tampil sebagai maskot kafe, dinding berhiaskan mesin ketik era 1950-an inipun menjadi lokasi favorit pengunjung untuk berswafoto.

Sementara unsur industrial ditunjukkan Kedai Ketik pada konsep bangunan dan beberapa dekorasi uniknya.

Bangunan yang dibuat tinggi dan semi terbuka, akan memanjakan pengunjung yang ingin berlama-lama di kafe ini. Kombinasi dekorasi yang terbuat dari kayu dan besi, membuat nuansa industrial semakin terasa.

Kedai Ketik juga menghadirkan unsur pop dalam bangunannya. Ini terlihat dari penggunaan warna-warna cerah pada beberapa dekorasinya, mulai dari mesin ketik hingga kursi.

Mural bertuliskan kata-kata unik pun membuat pengalaman mengunjungi Kedai Ketik menjadi hal yang tak terlupakan.

"Sebenarnya ketiga konsep ini tidak bisa digabungkan dan jarang sekali orang-orang berani menabrakkan (konsep ini). Namun waktu kita coba kombinasikan ternyata cocok, ornamen yang kita miliki juga masuk," ujar Manajer Kedai Ketik, Siska Prasetyaning.

Halaman
12
Penulis: gya
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help