TribunJogja/

RM Triyanto Tegaskan Tidak Pernah Jual Tanah Sultan Ground

Ia menyanggah pernyataan kuasa hukum Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Achiel Suyanto yang mengatakan bahwa ia bukan termasuk ahli waris aset HB VII.

RM Triyanto Tegaskan Tidak Pernah Jual Tanah Sultan Ground
Tribun Jogja/ Kurniatul Hidayah
RM Triyanto saat menunjukkan persil tanah yang diinventarisir pada masa HB VII. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Trah Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) VII, RM Triyanto, angkat bicara terkait penjelasan yang dikeluarkan pihak Keraton tentang Sultan Ground (SG) yang berada di Dusun Tanjungtirto, Desa Kalitirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman.

Pada kesempatan itu ia menyanggah pernyataan kuasa hukum Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Achiel Suyanto yang mengatakan bahwa ia bukan termasuk ahli waris aset HB VII.

Tri menuturkan, bahwa sebelumnya Penghageng Panitikismo, KGPH Hadiwinoto mengatakan bahwa HB VII dinyatakan tidak punya tanah dan statusnya hanya magersari atau menumpang.

"Kok sekarang memunculkan ahli waris itu gimana. Dia sudah menjelaskan bahwa HB VII tidak punya tanah, karena yang punya tanah keraton, dan tidak bisa diwaris," tuturnya saat menggelar jumpa pers di Pendopo Jalan Magangan, Jumat (19/5/2017).

Ia menilai ada kejanggalan. Pertama, HB VII yang telah bertahta selama 44 tahun bisa tidak memiliki tanah dan hanya Magersari adalah hal yang tidak masuk akal.

Kedua terkait surat waris HB VII, ia mempertanyakan itu dibuat oleh siapa dan kapan waktu pembuatannya.

Tri pun menilai bahwa tidak adanya dia di daftar waris tersebut sebagai pernyataan yang tak mendasar.

"Ada putra HB IX yang meninggal mendahului HB IX yaitu BRM Kuslardiyanto. Ahli warisnya pun dimasukkan dalam yang menerima aset warisan tanah milik Sultan HB IX, yaitu cucu HB IX yang bernama RAY Kuslariyani," terangnya.

Disinggung mengenai keberadaan tanah di Tanjungtirto, ia mengklarifikasi bahwa tanah tersebut tidak dijual, melainkan disewakan.

Tri merasa memiliki hak untuk menyewakan tanah tersebut karena ia merupakan ahli waris HB VII.

"Kami tidak pernah menjual persil. Kami menyewakan dalam jangka 5, 10, 15, 20,25, 30 tahun," bebernya.(*)

Penulis: kur
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help