TribunJogja/

E-Tilang Resmi Diterapkan, Kena Tilang di Klaten Kini Tidak Perlu Antre Sidang Lagi

Dengan sistem tersebut, pelanggar lalu lintas yang terjaring dan dikenai tilang tidak perlu lagi mengikuti sidang tilang.

E-Tilang Resmi Diterapkan, Kena Tilang di Klaten Kini Tidak Perlu Antre Sidang Lagi
Tribun Jogja/ Agung Ismiyanto
Sejumlah anggota polisi lalu lintas nampak sibuk dengan telepon pintar atau smart phone saat menghadapi para pelanggar lalu lintas dengan aplikasi e-tilang di jalan Kapas, Kusumanegara, Rabu (15/3/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sistem tilang elektronik atau e-Tilang sudah resmi diberlakukan di wilayah Klaten.

Dengan sistem tersebut, pelanggar lalu lintas yang terjaring dan dikenai tilang tidak perlu lagi mengikuti sidang tilang.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten, Zuhandi mengatakan penerapan e Tilang sudah berjalan selama tiga bulan terakhir. Melalui sistem tersebut, mekanisme tilang berlangsung lebih cepat.

"Setiap pelanggar lalu lintas langsung dikenakan e Tilang oleh petugas di lapangan (kepolisian)," katanya ditemui Jumat (19/5/2017).

Menurutnya dalam sistem e Tilang, setiap pelanggar yang sudah mendapatkan surat tilang dari petugas kepolisian cukup melakukan pembayaran sanksi denda tilang ke BRI sebagai bank resmi yang ditunjuk sesuai dengan putusan pengadilan.

Selanjutnya, bukti pembayaran denda tilang tersebut diserahkan kepada kantor Kejari Klaten untuk mengambil barang bukti tilang berupa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Surat Izin Mengemudi (SIM), maupun kendaraan bermotor.

"Jadi setiap pelanggar tidak perlu menghadiri sidang tilang. Pelanggar cukup membayar dendanya ke BRI," ungkapnya.

Ia menjelaskan dengan sistem e Tilang tersebut, warga yang terkena tilang akan lebih dimudahkan. Sistem tersebut juga menutup potensi pungli lantaran pembayaran langsung dilakukan oleh pelanggar yang terkena tilang.

"Jadi tidak ada lagi titip sidang dan sebagainya. Warga yang kena tilang dapat  memantau putusan dari pengadilan dan membayar dendanya sendiri yang besarannya sesuai dengan putusan pengadilan," katanya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Pengadilan Negeri (PN) Klaten, Hisbullah Idris. Menurutnya dengan mekanisme e Tilang, masyarakat tidak perlu lagi berlama-lama antre untuk mengikuti sidang tilang.

"Cukup bayar, dan ambil barang bukti di kantor Kejari. Terkait barang bukti yang ada di Kejari karena PN tidak memiliki kewenangan menyerahkan barang bukti," paparnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan putusan pengadilan terkait tilang yang diberikan oleh petugas kepolisian, bahkan dapat diketahui melalui aplikasi e Tilang yang dapat diunduh melalui perangkat smartphone.

Sehingga masyarakat tidak perlu datang hanya untuk melihat putusan sidang tilang.

"Namun kami tetap menyediakan pengumuman putusan sidang tilang secara manual di kantor PN Klaten. Sehingga masyarakat yang masih gagap teknologi dapat melihat di papan pengumuman," ujarnya menjelaskan. (*)

Penulis: ang
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help