TribunJogja/
Home »

DIY

» Sleman

Polres Sleman Pasang Rambu di Enam Titik Rawan Lakalantas

Pemasangan spanduk yang juga sebagai bentuk kegiatan Operasi Patuh Progo 2017 ini juga disesuaikan dengan karakteristik jalan.

Polres Sleman Pasang Rambu di Enam Titik Rawan Lakalantas
tribunjogja/santo ari
Satlantas Polres Sleman pasang spanduk di kawasan rawan kecelakaan lalulintas. Terdapat enam titik rawan laka lantas di Sleman yang disasar spanduk ini dengan tujuan menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban kecelakaan. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Jajaran Unit Laka Lantas (kecelakaan Lalulintas) Polres Sleman berupaya untuk menekan angka kecelakaan dengan memasang spanduk berisi imbauan di titik rawan.

Pemasangan spanduk yang juga sebagai bentuk kegiatan Operasi Patuh Progo 2017 ini juga disesuaikan dengan karakteristik jalan.

Kasat Lantas Polres Sleman AKP Faisal Pratama memaparkan, dari data yang laka yang di dapat, 95 persen kecalakaan terjadi karena human error. Dengan imbauan ini, masyarakat diharpakan dapat lebih taat berkendara.

Adapun spanduk berisi imbauan tersebut telah terpasang di enam titik rawan kecelakaan yang ada di wilayah Sleman. Pemasangan spanduk ini juga disesuaikan dengan karakteristik jalan dan perilaku pengendaranya.

Sementara Kanit Laka Iptu Eryda Kusuma menjabarkan, enam titik rawan laka di Sleman berada di Jalan Magelang km 12 dan 16, Jalan Solo km 12 dan 15, jalan Wates km 8, jalan godean km 9.

Adapun isi imbauan seperti imbauan untuk mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan imbauan untuk berhati-hari karena banyak penyeberangan jalan.

"Kami lihat karakteristiknya. Misalnya di Jalan Magelang atau di Jalan Solo, karena pintu masuknya Jogja, treknya lurus, maka imbauannya berisi untuk mengurangi kecepatan karena kawasan tersebut rawan kecelakaan," ujarnya, Kamis (18/5/2017).

Dengan imbauan ini, setidaknya dapat memberikan efek psikologis ke pengguna jalan yang membaca.

Ia mengatakan bahwa banyak pengguna jalan yang mengacuhkan rambu lalulintas karena merasa melintas jalan yang lebar, atau sedang dalam kondisi terburu-buru sehingga kecepatan kendaraannya melebihi dari yang dianjurkan.

Kecepatan tinggi dapat mengakibatkan kecalakaan, ia mencontohkan bahwa sering terjadi kendaraan menabrak pengendara di depannya yang sedang berputar arah, karena tidak sempat mengurangi kecepatan.

"Rambu lalulintas itu bukan pajangan, itu dipasang agar dapat menekan angka kecelakaan. Kami juga berharap masyarakat dapat saling toleransi ketika sedang di jalan," terangnya.

Lebih lanjut, dari Operasi Patuh Progo 2017 yang telah berlangsung sejak 9 Mei lalu setidaknya telah terjadi 35 kecelakaan, dengan korban luka ringan sebanyak 37 orang, dan korban meninggal sebanyak lima orang.

"Angka kecelakaan itu dari luar kawasan TO (Target Operasi), sementara kawasan TO, nihil kecelakaan," bebernya.

Adapun Target Operasi ditentukan dengan menilai kerawanan jalan.

Terdapat tiga TO yang ada di Sleman, yakni dari Kronggahan sampai jalan wates km 8, dari kawasan Jombor hingga simpang UPN, dan terakhir adalah Jalan magelang dari perbatasan hingga kilomter 12. (*)

Penulis: nto
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help