TribunJogja/
Home »

Jawa

Polres Klaten Waspadai Penimbun Sembako Jelang Ramadan

Kondisi tersebut rentan dimanfaatkan kartel nakal dengan melakukan penimbunan hingga menyebabkan kelangkaan bahan pokok.

Polres Klaten Waspadai Penimbun Sembako Jelang Ramadan
Tribun Jogja/ Angga Purnama
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Polres Klaten melalui Satuan Tugas (Satgas) Pangan meningkatkan pengawasan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat menjelang bulan Ramadan dan lebaran.

Hal ini untuk meminimalisasi upaya penimbunan bahan pokok.

Beberapa upaya yang dilakukan antara lain memeriksa ketersediaan beras dan gula pasir di gudang Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Meger, Kecamatan Ceper, Kamis (18/5/2017).

Kegiatan juga dilanjutkan dengan meninjau penjualan bahan pokok di pasar tradisional.

Anggota Satgas Pangan, Iptu Prawoto mengatakan menjelang Ramaaadan dan lebaran, kebutuhan bahan pokok cenderung mengalami peningkatan.

Kondisi tersebut rentan dimanfaatkan kartel nakal dengan melakukan penimbunan hingga menyebabkan kelangkaan bahan pokok.

"Operasi ini akan terus dilakukan sehingga tidak ada celah untuk penimbunan," ungkapnya ditemui di gudang Bulog Meger.

Menurutnya penimbunan bahan pokok dinilai sangat merugikan masyarakat. Selain terjadi kelangkaan, hal ini juga berdampak pada melonjaknya harga bahan pokok secara tidak wajar.

"Jelang Ramadan ini, kewaspadaan kami tingkatkan terutama pengawasan distribusi bahan pokok. Sehingga jangan sampai ada oknum yang berupaya melakukan penimbunan," kata dia.

Pihaknya tidak akan segan melakukan tindakan tegas kepada oknum yang kedapatan melakukan penimbunan bahan pokok.

Setiap penimbun yang tertangkap akan dikenai Pasal 133 Undang Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Prawoto menjelaskan kedatangan tim yang terdiri dari Polres, Kodim, dan Pemkab Klaten ke gudang Bulog tersebut juga untuk memastikan kesiapan Bulog untuk menghadapi peningkatan kebutuhan maupun lonjakan harga.

"Dari hasil pengecekan, kondisi stok di Bulog sangat mencukupi. Sehingga jika sewaktu-waktu dilakukan operasi pasar, dapat dilakukan," paparnya. (*)

Penulis: ang
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help