TribunJogja/
Home »

Jawa

Ketertarikan Asuransi Ternak di Klaten Rendah

Jumlah ternak sapi yang sudah diikutkan program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) baru mencapai 845 ekor sapi betina.

Ketertarikan Asuransi Ternak di Klaten Rendah
Tribun Jogja/ Singgih Wahyu N
Aktivitas pedagang sapi saat hari pasaran di pasar hewan. (ilustrasi) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Tingkat kesadaran peternak sapi untuk mengasuransikan hewan ternaknya tergolong masih rendah. Padahal jumlah ternak sapi di Kabupaten Klaten cukup banyak.

Data dari Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten menyebutkan jumlah ternak sapi yang sudah diikutkan program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) baru mencapai 845 ekor sapi betina sejak program ini diluncurkan pada 2016 lalu.

Sementara total populasi ternak sapi di Klaten mencapai 15.000 ekor.

Kepala Seksi Pengembangan Usaha Peternakan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Triyanto mengatakan grafik jumlah ternak sapi yang diikutikan program AUTS berjalan lambat.

Hingga bulan Mei 2017, baru ada 20 ekor sapi betina baru yang terdaftar dalam program ini.

"Jumlah penambahanannya belum signifikan, bahkan tergolong rendah, yaitu hanya bertambah 20 ekor. Sedangkan target hingga akhir tahun nanti bisa mencapai 500 ekor," ungkapnya, Kamis (18/5/2017).

Menurutnya kondisi ini terjadi lantaran masih rendahnya kesadaran peternak. Padahal sosialisasi terus dilakukan secara intensif.

"Program ini bertujuan untuk melindungi peternak dari kerugian. Apalagi mengingat banyak faktor yang tidak bisa diduga, seperti kemungkinan serangan penyakit hingga menyebabkan ternak mati atau faktor lainnya," paparnya.

Ia menjelaskan program AUTS sangat berpihak kepada peternak. Pasalnya besaran premi yang harus dibayarkan oleh peternak sangat murah lantaran adanya subsidi dari pemerintah.

Dari total premi sebesar Rp 200.000, pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp 160.000.

"Peternak cukup membayar Rp 40.000 per tahun untuk satu ekor sapi yang diikutkan. Meskipun hanya membayar Rp 40.000, klaim yang bisa diajukan senilai Rp 10 juta per ekor. Jumlah ini tentu sangat membantu petani untuk mengurangi kerugian akibat kematian ternak yang disebabkan berbagai faktor yang tidak diduga," katanya menjelaskan.

Kendati banyak keuntungan yang bisa didapatkan, Triyanto menyayangkan banyak peternak yang belum tergerak.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya akan meningkatkan sosialisasi ke kelompok ternak sapi yang ada di Klaten. Termasuk mengajak peternak sapi yang sudah mendapatkan pembayaran klaim asuransi.

"Saat ini sudah ada tujuh ekor yang diklaim. Nilai klaim rata-rata Rp 10 juta per ekor," ujarnya. (*)

Penulis: ang
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help