TribunJogja/
Home »

DIY

» Sleman

BNNK Sleman Dorong Para Guru TK Pahami Bahaya Penyalahgunaan Narkotika

BNNK Sleman berupaya melakukan upaya menekan tingkat peredaran narkoba. Satu di antaranya melalui penyuluhan ke berbagai kalangan.

BNNK Sleman Dorong Para Guru TK Pahami Bahaya Penyalahgunaan Narkotika
tribunjogja/rento ari
Kepala BNNK Sleman, Kuntadi sedang memberikan materi tentang bahaya penyalahgunaan narkotika dalam program Komunikasi Informasi dan Edukasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkungan kantor Kecamatan Depok, Kamis (18/5/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kabupaten Sleman terutama kecamatan Depok merupakan area dengan tingkat penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) tertinggi di DIY.

Melihat hal tersebut, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sleman berupaya melakukan upaya menekan tingkat peredaran narkoba. Satu di antaranya melalui penyuluhan ke berbagai kalangan.

Satu dari beberapa kalangan yang disasar oleh BNNK Sleman adalah para guru Taman Kanak-Kanak (TK).

Hal ini tak lepas dari peran strategis guru TK ketika berkomunikasi dengan para orangtua murid. Sebab, pemahaman dan penyadaran bahaya penyalahgunaan narkoba harus dilakukan sejak dini.

Hal itu diwujudkan BNNK Sleman dengan menggelar Komunikasi Informasi dan Edukasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkungan kantor Kecamatan Depok, Kamis (18/5/2017).

Sebanyak 60 guru TK mengikuti kegiatan yang menghadirkan pembicara Kepala BNNK Sleman, Kuntadi dan praktisi psikologi, Shinta.

Kuntadi mengungkapkan, dari arahan Badan Narkotika Nasional (BNN), kegiatan semacam ini diarahkan untuk fokus digelar di daerah dengan tingkat peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang tertinggi.

Untuk wilayah Sleman, angka peredaran tertinggi ada di kecamatan Depok.

"Sepertiga pengguna narkoba di DIY ada di Sleman dengan prevalensi 2,27. Bahkan daripada wilayah kota, di Sleman terutama Depok ini angkanya lebih tinggi.

Karena itu upaya penanggulangan peredaran gelap narkotika ini difokuskan di Depok," kata Kuntadi kepada Tribun Jogja.

Kondisi ini menurut Kuntadi dipicu banyaknya titik keramaian di masyarakat mulai dari hotel, mall, tempat karaoke, kampus hingga kos-kosan.

Untuk menekan penyalahgunaan narkotika tersebut, lanjut Kuntadi, pihaknya menggelar program Komunikasi Informasi dan Edukasi.

"Program semacam ini rutin digelar di Depok dan mengajak berbagai kalangan. Kalau kemarin mengajak kalangan tukang parkir, maka hari ini kami mengajak para guru TK. Mereka merupakan mediator yang strategis untuk menginformasikan bahaya penyalahgunaan narkotika kepada para siswa dan orangtua murid," ungkapnya. (*)

Penulis: toa
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help