TribunJogja/
Home »

DIY

» Sleman

30 IKM Sleman Unjuk Kebolehan di Karnaval IKM

Acara karnaval diawali dengan 30 IKM yang terdiri dari sekitar 800 peserta berkumpul di Lapangan Sendangadi, Mlati, Sleman.

30 IKM Sleman Unjuk Kebolehan di Karnaval IKM
tribunjogja/rento ari
Peserta Karnaval IKM memajang hasil produknya dalam arak-arakan dari lapangan Sendangadi menuju ke Lapangan Denggung, Kamis (18/5/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebanyak 30 kelompok Indutri Kecil Menengah (IKM) di Sleman mengikuti karnaval menyambut hari jadi Sleman ke-101, Kamis (18/5/2017).

Dalam karnaval ini, IKM dari berbagai penjuru wilayah Sleman ini memamerkan beragam produknya. Diharapkan melalui karnaval ini, IKM di Sleman bisa lebihi dikenal masyarakat.

Acara karnaval diawali dengan 30 IKM yang terdiri dari sekitar 800 peserta berkumpul di Lapangan Sendangadi, Mlati, Sleman. Peserta menggunakan beragam media untuk memamerkan produk unggulannya.

Ada yang berjalan kaki membawa banner, mengusung tandu hingga menggunakan mobil bak terbuka dan becak motor.

Rombongan karnaval ini diberangkatkan oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun didampingi kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Sleman, Endah Tri Yitnani.

Selanjutnya rombongan bergerak menyusuri jalan Magelang menuju ke kawasan Lapangan Denggung dimana di lokasi ini Pemkab juga mengadakan Pameran Potensi Daerah.

Endah mengatakan, karnaval ini bertujuan untuk mempromosikan IKM yang ada di Sleman. Selain itu, ajang ini juga bisa menjadi wahana untuk saling menjalin kerjasama antar IKM.

"Sehingga, pelaku IKM bisa saling mengisi dan menguntungkan. Selain itu, dalam karnaval ini peserta juga akan dinilai untuk mendapatkan enam peserta terbaik," katanya.

Sementara itu, Sri Muslimatun dalam sambutannya mengatakan, karnaval ini menjadi ajang yang tepat untuk mempromosikan berbagai produk dari Sleman agar semakin dikenal masyarakat.

Hal itu tentunya akan mendorong peningkatan pemasaran produk Sleman sehingga pelaku IKM semakin maju dan berkembang.

"Tantangan dan persaingan ke depan akan semakin kompleks. Kondisi ini tentu akan dihadapi pelaku IKM. Karena itu diharapkan semua pihak dapat bersinergi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing. Potensi ekonomi dan budaya harus menjadi fokus kita bersama. Dalam hal ini IKM penting karena menyerap banyak tenaga kerja dan memiliki banyak produk. Karenanya IKM harus dilindungi dan didukung sehingga berdaya saing di kancang nasional bahkan internasional," papar Wabup. (*)

Penulis: toa
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help