TribunJogja/
Home »

DIY

» Sleman

Sulit Terendus Polisi, Pengedar Sabu Diduga Buat Rekening dengan Identitas Palsu

Agar bandar ini tidak terendus kepolisian, mereka merahasiakan identitas dari pembelinya, bahkan membuat rekening dengan identitas palsu.

Sulit Terendus Polisi, Pengedar Sabu Diduga Buat Rekening dengan Identitas Palsu
www.klikpositif.com
ILUSTRASI SABU 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pengadar narkotika jenis sabu dari luar masih menyasar Yogyakarta sebagai pasarnya.

Agar bandar ini tidak terendus kepolisian, mereka merahasiakan identitas dari pembelinya, bahkan membuat rekening dengan identitas palsu.

Kasat Narkoba Polres Sleman AKP Tony Priyanto mengatakan para pengedar ini kebanyakan berasal dari Jawa Tengah, seperti Solo, Klaten dan Magelang.

Seperti dalam kasus yang berhasil diungkap awal Mei ini, petugas menangkap pemakai sabu, Didik (30) warga Sewon, Bantul.

"Dari tangan tersangka kami mengamankan dua paket sabu seberat 0,6 gram, dan alat hisapnya," jelas Tony, Rabu (17/5/2017).

Untuk mendapatkan sabu itu, ia berkomunikasi dengan pengedar melalui SMS.

"Tersangka ini berhubungan via SMS dengan pengedar yang tidak dikenal. Dari penelusuran selama ini pengedar banyak berasal dari Jawa Tengah," terangnya.

Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman kasus ini untuk menyasar jaringan peredaran sabu ini. Namun demikian, dikatakan Tony, bahwa untuk melacak pengedar merupakan hal yang sulit.

Hal itu dikarenakan mereka memperjualbelikan sabu dengan sistem putus.

"Untuk melacak melalui nomor rekening juga sulit. Karena yang tertera ternyata bukan atas nama pengedar. Ada dugaan mereka membuat identitas palsu," terangnya.

Polisi menjerat Didik dengan pasal 112 ayat 1 jo pasal 127 ayat 1 huruf a undang-undang RI nomer 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara, dan denda Rp 8 miliyar. (*)

Penulis: nto
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help