TribunJogja/

Sebel Kalau Dapat Telepon Tawaran Asuransi? Laporkan Saja

Perusahaan jasa keuangan dilarang menawarkan produk dan/atau layanan kepada konsumen dan/atau masyarakat melalui saranan komunikasi pribadi.

Sebel Kalau Dapat Telepon Tawaran Asuransi? Laporkan Saja
NET
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, SEMARANG - Kepala Departemen Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Anto Prabowo, meminta nasabah melaporkan jika merasa dirugikan karena praktik penyebaran data yang dilakukan perbankan.

Biasanya, data tersebut digunakan untuk menawarkan produk asuransi melalui telemarketing.

"Itu bisa diadukan kepada kami melalui Departemen Perlindungan Konsumen. Kami akan tindak lanjuti dengan melihat klausul perjanjian kedua belah pihak," kata Anto dalam sosialisasi Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS) sektor Perbankan di Kantor OJK Jateng-DIY, Selasa (16/5/2017).

Anto menuturkan, biasanya, klausul persetujuan penyebaran data dalam rangka pemasaran bank muncul di awal menjadi nasabah. Bank wajib menjelaskan kepada nasabah dan nasabah harus cermat mempelajari.

Tak hanya tawaran produk asuransi. Anto mengatakan, penawaran produk atau layanan jasa keuangan melalui pesan pendek (SMS) maupun telepon tanpa mendapatkan persetujuan dari konsumen dan mengganggu konsumen dari sisi keamanan dan menyamanan, bisa dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Hal itu dinilai melanggar Pasal 19 Peraturan OJK Nomor 1 Tahun 2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan.

Di peraturan tersebut ditegaskan, perusahaan jasa keuangan dilarang menawarkan produk dan/atau layanan kepada konsumen dan/atau masyarakat melalui saranan komunikasi pribadi tanpa persetujuan.

"Berdasarkan hasil pengamatan lapangan didapatkan bahwa pemasaran yang dilakukan dengan menggunakan media SMS tidak transparan dalam memberikan informasi, mulai nama Lembaga Jasa Keuangan (LJK), biaya serta risiko," ungkapnya.

Kebocoran data itu, imbuh Anto, bisa terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya, tukar menukar bahkan jual beli data nasabah yang dilakukan oknum perbankan.

Pada awal 2017, OJK telah melaporkan dugaan praktek jual beli data nasabah yang melibatkan mantan pengawai bank ke Bareskrim Polri.

Halaman
123
Editor: oda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help