TribunJogja/

Advertorial

Sasanti dan Nasi Goreng Diplomacy, Menikmati Seni dan Makanan Asli Nusantara

Nasi Goreng Diplomacy (NGD) ingin memberi kontribusi dengan mengenalkan seni yang dikemas dalam bentuk merchandise kepada masyarakat luas

Sasanti dan Nasi Goreng Diplomacy, Menikmati Seni dan Makanan Asli Nusantara
IST
Gerai Nasi Goreng Sasanti 

TRIBUNJOGJA.com, YOGYA - Sebuah tempat nongkrong dan kumpul-kumpul bersama teman atau keluarga dengan suasana nyaman, artistik, dan menyajikan makanan khas Indonesia tersedia di Sasanti Restaurant dan Nasi Goreng Diplomacy, sebuah Art Merchandise Galeri yang terletak di Jalan Laksda Adi Sucipto No.80, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta, tepatnya di lobby Hotel Grand Mercure.

Rosalia Filani (35), General Manager Sasanti Restaurant mengatakan, Restoran Sasanti menyajikan masakan khas Indonesia dengan kualitas premium."Restoran Sasanti dengan makanan rumahan khas Indonesia ingin membangkitkan memori para pengunjung, untuk harga mulai dari Rp.35 ribu pengunjung bisa mendapatkan makanan dengan kualitas rasa premium, kita juga punya menu namanya Nasi Campur Nusantara yang isinya beberapa macam makanan nusantara dijadikan satu," jelasnya.

Gerai Nasi Goreng Sasanti
Gerai Nasi Goreng Sasanti (IST)

Lanjutnya, Restoran Sasanti menyajikan menu khas nusantara seperti Mentho, Selat Solo, Wagyu Rendang, dan Buntil Salmon. Untuk minumannya Sasanti menyuguhkan Kawista, Gula Asem Squash, dan Infused Water Selection.

"Kita buka setiap hari dari jam 10 pagi sampai jam 10 malam dengan kapasitas 100 orang, kedepannya kita ingin menjadikan tempat ini sebagai tempat nongkrong modern namun tidak menghilangkan khas Indonesia di dalamnya," jelasnya.

Selain menikmati masakan khas Nusantara para pengunjung dapat melihat karya seni dan membeli beberapa merchandise yang disediakan oleh Nasi Goreng Diplomacy, sebuah Art Merchandise Galeri yang bersebelahan dengan Restoran Sasanti.

Benedicto Audi Jericho, General Manager Nasi Goreng Diplomacy mengatakan, Nasi Goreng Diplomacy adalah sebuah Art Merchandise Galery yang membuat dan memasarkan produk art merchandise dari seniman kenamaan Indonesia seperti Heri Dono, Eddie Hara, Rolland Manullang, dan Robby Dwi Antono.

"Nama Nasi Goreng Diplomacy sendiri dipilih karena nasi goreng makanan universal, dimana saja bisa didapatkan dan dinikmati semua orang. Saya ingin karya seni di Indonesia seperti nasi goreng yang bisa dinikmati semua kalangan," katanya.

Lanjutnya, Nasi Goreng Diplomacy (NGD) ingin memberi kontribusi dengan mengenalkan seni yang dikemas dalam bentuk merchandise kepada masyarakat luas agar masyarakat lebih mengenal seni, seniman pembuatnya, dan mengapresiasi karya para seniman asli Indonesia.

"Selain menyediakan merchandise NGD juga menyediakan tempat nyantai untuk mengobrol, membaca buku seni, dan bisa sharing langsung ke staff kami mengenai seni," katanya.

Untuk produk yang ditawarkan, NGD menyediakan berbagai macam kaos, aksesoris, art toys, literatur, household items sampai ke karya seni (fine art). NGD sendiri buka setiap hari dari pukul 10.00 sampai dengan pukul 22.00, drinya mengharapkan pengunjung menikmati susasana dan menikmati seni.

"Tidak harus beli, sekedar melihat-lihat dan berfoto dengan berbagai koleksi karya seni NGD boleh, yang penting orang senang melihat karya seni dan menambah pengetahuan mereka tentang seni, sambil membaca buku tentang seni, pengunjung bisa menikmati makan dan minum yang disediakan oleh Restoran Sasanti," pungkasnya.

Dalam waktu dekat akan diadakan pula berbagai acara seperti pameran seni, workshop seni, dan kompetisi seni untuk meramaikan pembukaan galeri. (Adv)

Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help