TribunJogja/

Pedagang Mi Ayam Keliling Ini Nyambi Jualan Psikotropika, Begini Modusnya

Pria ini nekat mengedarkan pil psikotropika sembari berjualan mi ayam keliling.

Pedagang Mi Ayam Keliling Ini Nyambi Jualan Psikotropika, Begini Modusnya
Tribun Jogja/ Singgih Wahyu Nugraha
Fredi Suryono (bertopeng), pedagang mi ayam keliling yang nyambi jualan psikotropika 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Beragam cara dilakukan para pelaku kriminal untuk menjalankan aksinya.

Lihat saja kelakukan Fredi Suryono (33), pria ini nekat mengedarkan pil psikotropika sembari berjualan mi ayam keliling.

Warga Banyurejo, Tempel, Sleman itu diketahui menjual obat-obatan terlarang jenis Alprazolam dan Riclona di tengah kesehariannya berjualan mi ayam berkeliling menggunakan gerobak dorong.

Pil-pil yang seharusnya tak dijual bebas tanpa resep dokter itu disimpannya di dalam gerobak mi ayam serta tas pinggang yang dipakainya untuk berjualan.

Transaksi dengan pelanggan, kebanyakan rekannya, dilakukan di sela aktivitas jual beli mi ayam seperti biasa.

Namun, aksinya itu lama kelamaan tercium juga oleh Satresnarkoba Polres Kulonprogo.

Berdasarkan pengembangan informasi peredaran narkobajenis serupa di Sentolo, penyelidikan lapangan oleh petugas akhirnya mengarah pada keterlibatan Fredi. Ia lantas dicokok petugas saat tengah berjualan.

“Saat ditangkap, pelaku kedapatan mengantongi ratusan butir Alprazolam di tas pinggang dan sebagian lagi disimpan di dalam gerobak dorongnya,” kata Wakapolres Kulonprogo, Kompol Dedy Suryadharma, Selasa (16/5/2017).

Petugas lapangan yang menangkapnya berupaya mendapatkan informasi lebih lanjut dari pelaku hingga akhirnya dilakukan penggeledahan rumahnya. Dari situ, petugas kembali menemukan ratusan butir pil psikotropika yang masih tersaimpan dalam kemasan strip dan siap diedarkan pelaku.

Total ada sekitar 300 butir obat terlarang yang diamankan petugas dari pelaku. Fredi akhirnya harus digiring ke Mapolres Kulonprogo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut Wakapolres, pelaku baru sekitar tiga bulan ini mengedarkan obat-obatan terlarang tersebut.

Konsumennya adalah para rekannya maupun orang lain dan transaksinya lebih sering dilakukan saat pelaku berkeliling jualan mi ayam.

Setidaknya, menurut pengakuan pelaku, selama tiga bulan itu dirinya berhasil menjual hingga 2000 butir pil dengan mengambil keuntungan Rp1000 per butir terjual.

“Satu orang yang diduga memasok obat-obatan kepada pelaku saat ini sedang kami buru dan masuk dalam daftar pencarian petugas. Pelaku kami jerat dengan pasal 62 dan 60 UU nomor 5/1997 tentang psikotropika,” tambah Dedy.(*)

Penulis: ing
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help