TribunJogja/
Home »

DIY

» Sleman

Karang Taruna dan Kader PKK Jambon Launching Posbindu Babe

Posbindu PTM Babe ini terbentuk dengan dimulai dari beberapa anggota karang taruna Dusun Jambon.

Karang Taruna dan Kader PKK Jambon Launching Posbindu Babe
Dok Triyanto
Launching layanan kesehatan bagi masyarakat yaitu Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM), Rabu (10/5/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Karang Taruna dan Kader PKK Padukuhan Jambon, Desa Argosari, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul melaunching layanan kesehatan bagi masyarakat yaitu Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM), Rabu (10/5/2017).

Posbindu PTM tersebut diberi nama Posbindu Babe (Badan Bergas). Dalam launching ini dihadiri Kepala Seksi PTM dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Kecamatan Sedayu, Kepala Puskesmas Sedayu I dan Kepala Desa Argosari.

Posbindu PTM Babe ini terbentuk dengan dimulai dari beberapa anggota karang taruna Dusun Jambon yang mengikuti Bimtek Germas (gerakan masyarakat sehat) dan dan Bimtek PHBS untuk masyarakat.

Selain itu juga adanya dukungan dari Puskesmas Sedayu I.

Dalam sambutannya Kepala Desa Argosari Hidayaturachman memaparkan bahwa keberadaan Posbindu ini nantinya dapat mewujudkan masyarakat cerdik yaitu masyarakat bisa mengecek kesehatan secara rutin, mengenyahkan asap rokok, masyarakat rajin untuk beraktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup dan dapat mengelola hal-hal pemicu stres.

Kebiasaan inilah yang nanti dapat mencegah penyakit tidak menular (PTM).

Posbindu PTM Babe dilaunching secara simbolis dengan penandatanganan piagam peresmian oleh Kepala Puskesmas Sedayu I, dr Sistia Utami dan penyerahan piagam kepada Dukuh Jambon, Sudarno.

Kemudian dilanjutkan penyerahan fasilitas penunjang posbindu PTM oleh Kepala Puskesmas Sedayu I kepada ketua Posbindu PTM Babe, Tri Astuti.

“Ketika sudah terbentuk posbindu PTM harapannya juga terwujud germas (gerakan masyarakat sehat). Germas bida dimulai dari hal yang kecil seperti mengkonsumsi hasil lokal, seperti buah-buhan dan sayuran hasil masing-masing kebun yang dimiliki masyarakat," ucap dr Sistia.

Disela sambutannya dr. Sistia juga membagi buah pisang sekaligus mengajak masyarakat yang datang dan para tamu undangan makan pisang. Ini sebagai wujud ajakan kepada masyarakat untuk mengkonsumsi hasil lokal. (*)

Penulis: app
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help