TribunJogja/

Inilah Bahan-bahan Makanan yang Berbahaya bagi Tubuh, Kenali Sebelum Membeli

Kadang-kadang yang digunakan para produsen melebihi takaran. Bahkan, menggunakan bahan kimia yang tidak diperuntukkan bagi bahan pangan.

Inilah Bahan-bahan Makanan yang Berbahaya bagi Tubuh, Kenali Sebelum Membeli
Tribun Jogja/ Padhang Pranoto
Tim Bagian Perekonomian, sedang memeriksa bahan makanan jelang Ramadan. Dari hasil uji, ditemukan makanan yang mengandung zat kimia berbahaya. Diantaranya boraks pada mie basah dan formalin pada ikan asin. Jumat (12/6/2015). (ilustrasi) 

TRIBUNJOGJA.COM – Pada dasarnya, penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah no. 28 tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu, dan Gizi pangan.

Pada pasal 12, ayat (1), peraturan tersebut berbunyi, “Setiap orang yang memproduksi pangan dengan menggunakan bahan tambahan pangan untuk diedarkan wajib menggunakan bahan tambahan pangan yang diizinkan.”

Para produsen makanan sebenarnya bisa saja menggunakan bahan tambahan pangan yang alami. Namun, rupanya mereka tidak percaya diri. Boleh-boleh saja menggunakan BTP tersebut, tentu saja harus memperhatikan takaran yang seharusnya digunakan.

Misalnya saja, 1 g natrium benzoat yang berperan sebagai pengawet, bisa digunakan untuk 1 kilogram bahan pangan.

Kenyataannya, kadang-kadang yang digunakan para produsen melebihi takaran. Bahkan, menggunakan bahan kimia yang tidak diperuntukkan bagi bahan pangan.

Nah, bahan kimia yang sebenarnya tidak diperuntukkan untuk makanan dan minuman inilah, bila dikonsumsi dalam jangka panjang, bisa membahayakan kesehatan kita.

Yuk, kita kenali ragam bahan kimia berbahaya yang sering dipakai pada makanan dan minuman, yang sebenarnya bahan-bahan ini dilarang digunakan untuk makanan dan minuman.

Formalin

Formalin adalah larutan yang tidak berwarna dan baunya sangat menusuk. Formalin biasanya digunakan sebagai bahan perekat untuk kayu lapis dan disinfektan untuk peralatan rumah sakit serta untuk pengawet mayat.

Formalin dilarang digunakan untuk pengawet pangan.

Halaman
123
Editor: oda
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help