TribunJogja/

Mobil Alphard Bekas Jadi Buruan karena Harganya Miring

MPV mewah keluaran 2009 dan 2010 ini sedang mendapat perhatian banyak konsumen mobkas lantaran harganya yang sudah terjun bebas.

Mobil Alphard Bekas Jadi Buruan karena Harganya Miring
Kompas.com
Toyota Alphard terbaru dengan gril besar debut ASEAN di Bangkok Motor Show 2015.(KompasOtomotif-donny apriliananda) 

TRIBUNJOGJA.COM - Beberapa penjual mobil bekas (mobkas) mulai kebanjiran pesanan, salah satunya seperti pedagang di WTC Mangga Dua.

Meski musim mudik Lebaran 2017 baru akan dimulai Juni nanti, namun sejak awal Mei putaran penjualan mobkas sudah mulai naik.

Menariknya, selain mobil tujuh penumpang multi porpose vehicle (MPV) yang umum, seperti Innova, Xenia, dan Avanza ternyata mobkas Alphard juga sedang naik daun.

MPV mewah keluaran 2009 dan 2010 ini sedang mendapat perhatian banyak konsumen mobkas lantaran harganya yang sudah terjun bebas.

Manajer Senior WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih, menjelaskan bahwa harga Toyota Alphard untuk tahun lawas sudah turun drastis, bahkan lebih murah dibandingkan MPV baru.

"Kalau tahun 2009 sampai 2010 harganya sudah droop, makanya permintaan naik. Kisaranya di bawah Rp 350 juta, jadi mulai dari Rp 300 jutaan itu sudah dapat. Kenapa bisa tinggi permintaannya, karena harga lebih murah dibanding Innova tahun 2014 dan 2015," ucap Herjanto saat berbincang dengan KompasOtomotif, Kamis (11/5/2017).

Menurut Herjanto, untuk unit 2008 sampai 2010 kebanyakan merupakan Alphard pertama yang masuk ke Indonesia resmi dari Toyota Astra Motor.

Selain status harga yang sudah murah dan kelapangan kabin yang lebih dari Innova, kosumen memilih Alphard karena barangnya juga merupakan impor Jepang.

Sunanta dari showroom mobkas Dave Car di WTC juga mengatakan hal senada.

Menurut Sunanta, dari sisi harga Alphard model lawas memang pasarannya sudah turun, tapi untuk unit tidak banyak, karena memang populasinya sedikit. 

"Harganya memang turun, ada yang 2010 dijual Rp 350 juta-an. Tapi untuk unit tidak banyak, karena nyari barangnya juga susah. Dari sisi harga jual, lebih baik dibanding produk sekelasnya seperti Serena atau Biante," ucap Sunanta. (Kompas.com)

Editor: dik
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help