TribunJogja/
Home »

Bisnis

» Makro

Ekspor DIY Naik 9,28 %, Barang dari Kulit Masuk Komoditas Tertinggi

Dibandingkan setahun yang lalu, kumulatif Januari – Maret 2016, nilai ekspor tersebut naik sebesar 19,19 persen.

Ekspor DIY Naik 9,28 %, Barang dari Kulit Masuk Komoditas Tertinggi
hsh.co.id
Ilustrasi ekspor-impor 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY menyebutkan nilai ekspor barang asal DIY yang dikirim melalui beberapa pelabuhan di Indonesia pada bulan Maret 2017 sebesar US$ 33.665.154, naik sebesar 9,28 % dibanding bulan sebelumnya dengan nilai sebesar US$ 30.807.446.

Dibandingkan setahun yang lalu, kumulatif Januari – Maret 2016, nilai ekspor tersebut naik sebesar 19,19 persen.

Adapun tiga kelompok komoditas utama dengan nilai ekspor tertinggi pada bulan Maret 2017 adalah pakaian jadi bukan rajutan
perabot, penerangan rumah dan barang-barang dari kulit.

Masing-masing komoditas utama tersebut sebesar 35,52 %, 16,36 % dan 8,48 %.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, JB Priyono, belum lama ini.

Sementara itu, perkembangan komoditas terbesar dari bulan Februari 2017 ke bulan Maret 2017 adalah komoditas kertas atau karton yang meningkat sebesar 118,82 %.

Perkembangan terbesar dari kumulatif Januari hingga Maret 2016 ke Januari hingga Maret 2017 adalah komoditas Perabot, penerangan rumah dengan peningkatan sebesar 90,63 %.

"Untuk perkembangan nilai ekspor terbesar bulan Maret 2017 terhadap bulan Februari 2017 sebesar 222,20 % bertujuan ke negara Italia. Selanjutnya, perkembangan terbesar kumulatif Januari hingga Maret 2017 terhadap Januari hingga Maret 2016 dengan peningkatan sebesar 283,41 % juga ke negara Italia," kata Priyono.

Lanjut Priyono, untuk tiga negara utama tujuan ekspor barang bulan Maret 2017 adalah Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman masing-masing sebesar 38,35 %, 9,93 % dan 9,63 %

Di satu sisi, nilai ekspor barang asal DIY ke kawasan ASEAN sebesar US$ 706.335, nilai tersebut turun 47,28 % dibanding bulan sebelumnya.

Tiga negara utama tujuan ekspor di kawasan ASEAN adalah Singapura, Malaysia, dan Vietnam masing-masing sebesar 38,50 %, 22,20 % dan 18,51%.

Sementara itu, untuk Impor barang DIY pada bulan Maret 2017 melalui pelabuhan udara Adi Sutjipto juga mengalami kenaikan, yakni sebesar 97,19 % senilai US$ 569.067 dibandingkan bulan Februari 2017.

Sebagian besar impor di bulan Maret berasal dari Hong Kong senilai US$ 185.818, setara dengan 32,65 % dari seluruh nilai impor yang tercatat.

Komoditas impor utama adalah komoditas Kulit samak senilai US$ 159.980 atau sebesar 28,11% dari total nilai impor. (*)

Penulis: yud
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help