TribunJogja/

Keelegan Balutan Kebaya Hari Agung

Tak jarang pula, permainan brokat tampak pada sisi tangan sehingga mencuri perhatian siapa pun orang yang melihatnya.

Keelegan Balutan Kebaya Hari Agung
Tribun Jogja/ Bramasto Adhy

Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kebaya seolah tak bisa dilepaskan dari budaya berpakaian wanita Jawa. Karenanya, kebaya identik dengan sosok wanita anggun, elegan dan feminim.

Tampilan itu pula yang coba dihadirkan perancang lokal Hari Agung dalam setiap rancangan busananya.

Perancang yang sudah lima tahun menciptakan kebaya modern ini kerap memainkan ragam warna serta cutting yang menyelipkan kejutan bagi pemakainya.

"Ciri khas desain saya itu simpel, saya tidak bisa menggunakan lebih dari tiga warna dan lebih condong menggunakan warna-warna tanah semisal warna merah hati, hijau daun, cokelat, tembaga, emas muda hingga pink dusty," ujarnya.

Permainan brokat dan payet seakan menjadi sebuah kesatuan dalam outfit kebaya. Dalam menentukan warna brokat dan payet ini, Hari kerap memilih warna senada atau sesuai dengan warna turunannya agar tampilan tidak terlihat ramai.

 Pemilihan payet pun tidak asal-asalan, ia banyak menggunakan Payet Jepang yang memiliki kilau lebih glamor.

"Klien berhak mendapatkan produk yang sesuai dengan uang yang telah dikeluarkan," katanya.

Uniknya, Hari tak jarang membuat busana show dengan warna yang mengikuti mood-nya. Jika suasana hati sedang sedih, maka ia akan banyak menggunakan warna biru tua atau hitam seperti dalam koleksi 'Black Swan'.

Lain halnya jika mood-nya senang, ia akan memakai warna pink dusty dengan detil yang lebih ceria.

Halaman
12
Penulis: gya
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help