TribunJogja/

[TIPS] Simak, Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan saat Berkomunikasi di Grup Percakapan Online

Ketahui apa saja etika berkomunikasi di grup percakapan online agar agar tak dicap sombong, tidak sopan

[TIPS] Simak, Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan saat Berkomunikasi di Grup Percakapan Online
NET
Social Media 

TRIBUNJOGJA.COM - Berapa banyak grup percakapan online seperti Whatsapp, BBM atau Line yang Anda ikuti? Rata-rata setiap orang mengikuti minimal dua grup percakapan.

Kehadiran grup percakapan online memang sangat membantu, meski sedang berjauhan, komunikasi tetap bisa terjadi secara intens.

Berkomunikasi di dunia maya, apalagi dalam satu grup yang diikuti banyak orang dan tak semuanya kita kenal dekat, tentu ada "rambu-rambunya".

Ketahui apa saja etika berkomunikasi di grup percakapan online agar agar tak dicap sombong, tidak sopan, atau mengganggu.

- Jangan melempar topik tengah malam
Setelah beraktivitas seharian, ditambah mengarungi kemacetan untuk sampai di rumah, tentu yang diinginkan setiap orang adalah malam yang tenang untuk beristirahat.

Gangguan berupa notifikasi grup percakapan bisa sangat menjengkelkan di malam hari. Apalagi bila anggota grup juga aktif menanggapi topik tersebut. Jadi, jika tak ada yang penting sekali, jangan membuka percakapan di malam hari.

- Jangan hanya bicara ke satu orang
Mungkin Anda sering menemukan percakapan pribadi di grup online yang terjadi antara dua orang secara panjang lebar. Meski terlihat sepele, hindari kebiasaan seperti itu. Anda tak perlu penonton untuk pembicaraan dengan satu orang.

Bila Anda hanya perlu membicarakan suatu hal yang tak terkait dengan tema grup, buatlah percakapan terpisah.

- Bicara dengan orang yang dikenal
Berbicara dengan orang yang tidak dikenal atau hanya berupa nomer teleponnya saja yang tertera tentu tidak enak. Dalam sebuah grup percakapan besar, perkenalkan diri sebelum memulai pembicaraan.

- Sesuai tujuan
Tentu ada alasan mengapa sebuah grup percakapan online di buat. Bisa untuk memudahkan komunikasi dengan rekan kerja, anggota keluarga, atau alumni sekolah. Walau demikian, pastikan apa yang kita share bisa diterima oleh semua orang.

Hindari pembicaraan yang menyangkut SARA atau ideologi, terlebih bila latar belakang anggota grup sangat beragam. Tak perlu juga membicarakan hal pribadi di dalam grup.

- Pamit saat akan meninggalkan grup
Bila Anda merasa sibuk atau tak bisa melanjutkan diskusi di sebuah grup, umumkan bahwa Anda akan pamit sehingga mereka tidak mengharapkan respon dari Anda lagi. (*)

Editor: ton
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help