TribunJogja/

Penjurian Taman Herbal di 20 Kelurahan di DIY Telah Memasuki Hari Terakhir

Sambutan masyarakat kepada tim juri masih sama dengan hari-hari sebelumnya, mereka menyambut dengan sangat antusias.

Penjurian Taman Herbal di 20 Kelurahan di DIY Telah Memasuki Hari Terakhir
Tribun Jogja/ Gilang Satmaka
Kunjungan penilaian Tim Juri Ke Lokasi Taman Herbal Margoluwih, Sleman. 

TRIBUNJOGJA.COM - Memasuki hari terakhir penjurian lomba Taman Herbal Di DIY, Tim juri yang terdiri dari Wakil 3 PKK, Guru besar Tehnik Pertanian UGM dan Supervisor CSR PT Bintang Toedjoe, mengunjungi empat kelurahan di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat 05/5/2017.

Yaitu di daerah Margoluwih (Sleman), Brontokusuman (Yogyakarta), Tamanan (Bantul), dan Baturetno (Bantul).

Sambutan masyarakat kepada tim juri masih sama dengan hari-hari sebelumnya, mereka menyambut dengan sangat antusias.

Selain itu Taman-taman Herbal, dengan banyaknya tanaman-tanaman Toga (Tanaman Obat Keluarga) mereka siapkan dengan sangat rapi.

Dalam sambutannya saat mengunjungi kelurahan Margoluwih Sleman pagi tadi, Ir Asyantini M.M selaku Wakil Ketua 3 PKK Provinsi DIY menyampaikan bahwa, dengan adanya taman herbal ini, menjadi pemanfaatan lahan pekarangan kosong menjadi lahan yang lebih berguna.

"Program Taman Herbal BEJO yang bekerjasama dengan PKK provinsi DIY ini, merupakan program yang bertujuan untuk memelihara lingkungan supaya menjadi bersih, terutama pekarangan-pekarangan yang terlihat kumuh. Sehingga dengan demikian lingkungan di sekitar desa-desa menjadi sehat," paparnya.

Ia juga menambahkan bahwa, program BEJO (Bintang Toedjoe) ini, satu visi dengan program PKK. Sehingga PKK mendukung penuh tentang Program BEJO Taman Herbal tersebut.

"Dengan adanya Taman Herbal yang menanam TOGA (Tanaman Obat Keluarga) ini, bisa membantu masyarakat dalam penanganan awal dengan cepat ketika ada masyarakat membutuhkan obat-obatan Herbal untuk menyembuhkan sakit," tambah Ir. Asyantini M.M.

Ia Juga berpesan kepada seluruh warga di Margoluwih dan pengelola Taman Herbal Di kelurahan tersebut, agar pembuatan taman Herbal dengan memanfaatkan lahan pekarangan ini bisa disebarkan ke seluruh RT-RW dan nantinya hingga ke seluruh kelurahan.

Hal ini bertujuan agar seluruh desa bisa mempunyai lingkungan yang bersih dan sehat.

Menurut Ahmad kasino selaku Kepla pengelola Taman Herbal Bejo di Kelurahan Margoluwih, ia dan kelompoknya sangat mendukung program taman Herbal Bejo ini.

"Saya dan warga sangat antusias serta tertarik dengan adanya taman herbal bejo ini, disini Warga mengatur jadwal serta mengelola taman herbal ini dengan sangat terstruktur dan detail, sampai pada penanganan hama saja ada orang-orang khusus yang ditugasi," ungkap Ahmad.

Sampai Saat Ini Tim Juri masih melakukan tinjauan langsung ke lokasi-lokasi Taman Herbal, yang menyisakan tiga lokasi lagi. (*)

Penulis: gsk
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help