TribunJogja/

Advertorial

Kisah Sukses : Dulu Kios Berdinding Bambu, Duta Minang Yogya Kini Punya 10 Cabang !

Rumah Makan Duta Minang didirikan oleh H. Andry Mahmud Sutan Malano yang berasal dari Desa Saniangbaka, Solok, Sumatera Barat pada tahun 1987 di Yogya

Kisah Sukses : Dulu Kios Berdinding Bambu, Duta Minang Yogya Kini Punya 10 Cabang !
ist
RM Duta Minang 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Duta Minang, salah satu Rumah Makan Masakan Padang yang tidak asing di telinga masyarakat Yogyakarta ini tetap mempertahankan kualitas rasa yang membuatnya menjadi salah satu Rumah Makan Masakan Padang terkenal di Yogyakarta.

Rumah Makan Duta Minang didirikan oleh H. Andry Mahmud Sutan Malano yang berasal dari Desa Saniangbaka, Solok, Sumatera Barat pada tahun 1987 di Yogyakarta.

Rumah Makan Masakan Padang Duta Minang ini pertama kali berada di Babarsari, Sleman, Yogyakarta. Dengan Bangunan awal yang dulunya masih berbentuk bangunan dengan tembok bambu sekarang. Kini Duta Minang telah menjelma menjadi Rumah Makan Padang yang memiliki 8 cabang di Yogyakarta dan 2 cabang di luar DIY dengan total karyawan sebanyak 189 orang.

RM Duta Minang
RM Duta Minang (IST)

H. Andry Mahmud Sutan Malano, Sang pendiri Rumah Makan Duta Minang mengatakan, kesuksesan yang didapatnya saat ini bukan tanpa perjuangan. Dahulu dirinya hanya menjalankan usaha pakaian dan merambah ke usaha Rumah Makan Padang yang ternyata mendulang keauksesan berkat usaha dan kerja kerasnya menekuni usaha kuliner khas padang ini.

Ditengah banyaknya Rumah Makan Masakan Padang di Yogyakarta tidak membuat Duta Minang surut pengunjung karena selalu mengutamakan kualitas rasa yang membuat para pengunjung setia dengan Duta Minang.

“Masakan kami selalu fresh, racikan bumbu asli dan bahan berkualitas, kami selalu membuat masakan baru setiap harinya. Salah satu prinsip kami adalah 'Katakan tidak pada masakan yang dimasak berulang-ulang'. Rasa selalu kami pertahankan sehingga anda tidak perlu mengunjungi kota Padang untuk mencicipi rasa khas dari masakan Padang itu sendiri," ujar pendiri Rumah Makan Duta Minang, H. Andry Mahmud Sutan Malano.

Lanjutnya, Duta Minang memiliki Saleha yaitu, sehat, lezat, dan halal yang menjadi prinsip dasar dalam aktifitas produksi masakan bagi Rumah Makan Duta Minang. Pemilihan serta pengolahan bahan makanan telah dilakukan dengan cara yang disesuaikan dengan syari'at Islam sehingga terjamin kehalalannya.

"Masakan kami tidak mengenal penghematan yang dipaksakan pada penggunaan bumbu masakan. Kualitas rasa adalah nomor satu, anda tidak akan menemukan istilah bumbu yang kurang pekat, ukuran porsi yang semakin mengecil, serta kuah gulai yang terlalu encer dalam masakan kami," jelasnya saat ditemui di Kantor Pusat Duta Minang, Jalan Sultan Agung No.26 Pakualaman, Yogyakarta, Rabu (04/5/2017).

Teguh Saniba (27), Seorang Akuntan dan Bagian Keuangan Duta Minang menuturkan, Duta Minang sendiri selain menyediakan tempat makan juga memiliki ruang VIP dan ruang meeting dengan kapasitas 40 orang. "Di Jogja sendiri hanya tersedia di tiga cabang kami di Jalan Brigjen Katamso, Jalan Magelang, Dan di Jalan Sultan Agung," katanya.

RM Duta Minang
RM Duta Minang (IST)

Untuk masakan yang paling digemari oleh pengunjung Duta Minang adalah gulai kikil. "Normalnya untuk disini yang paling digemari adalah kikil dan jeroan, kalau di masakan padang kan rendang namun, disini yang paling digemari kikil nomor duanya rendang," jelasnya.

Halaman
12
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help