TribunJogja/
Home »

DIY

» Sleman

17 Pil Koplo Disita dari Pemakai Ini, Pengedar Juga Ditangkap Polisi

Di hadapan penyidik saat dilakukan interogasi, tersangka mengaku baru saja membeli pil tersebut dari seseorang yang disebut berinisial BS.

17 Pil Koplo Disita dari Pemakai Ini, Pengedar Juga Ditangkap Polisi
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Jajaran Satres Narkoba Polres Sleman menangkap dua orang penyalahguna psikotropika jenis alprazolam belum lama ini.

Berdasarkan pemeriksaan salah satu tersangka yang berperan sebagai pengedar, pil koplo yang ia miliki didapat dari pengedar yang ada di wilayah Solo.

Adapun pengungkapan kasus tersebut, berawal dari informasi adanya transaksi psikotropika di daerah Mlati, Sleman.

Setelah petugas melakukan penyelidikan, mereka mengamankan seorang pria berinisial KS alias Gendut (25) warga Gunungkidul yang selama ini tinggal di Godean. Dari tangan tersangka petugas menyita 17 butir pil psikotropika jenis alprazolam.

"Setelah kami amankan dan menyita 17 butir alprazolam dari tangannya, kami bawa yang bersangkutan ke Polres untuk pengembangan lebih lanjut," jelas Kapolres Sleman AKBP Burkan Rudy Satria.

Di hadapan penyidik saat dilakukan interogasi, tersangka mengaku baru saja membeli pil tersebut dari seseorang yang disebut berinisial BS alias Bendot (20), warga Tridadi Sleman.

Gendut mengakui pil tersebut tidak untuk disebarkan lagi, tapi untuk dikonsumsi pribadi.

Berbekal informasi tersebut, petugas kemudian memburu Bendot, dan hanya berselang jam petugas berhasil menangkapnya di kawasan Cibukan Sumberadi, Sleman.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan dua butir alprazolam, yang merupakan sisa pil yang telah ia jual. Sementara untuk uang hasil penjualan, juga terisa Rp 100 ribu.

Kepada penyidik Bendot mengatakan mendapatkan psikotropika tersebut dari seseorang yang berasal dari Solo.

"Transaksi dilakukan melalui pemesanan dan bertemu langsung di jalanan dan tersangka mengaku tidak mengenal nama bandar yang memasok psikotropika tersebut," tambah Kapolres.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat penyidik dengan pasal 60 dan pasal 62 UU No5/1997 tentang psikotropika dengan ancaman hukumannya maksimal lima tahun dan denda Rp 100 juta. (*)

Penulis: nto
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help