TribunJogja/
Home »

DIY

» Sleman

Jalan Selokan Mataram Jadi Searah, Dishub Sleman Uji Coba Rekayasa Lalin Mulai 2 Mei

Rencananya, ujicoba penerapan rekayasa lalu lintas ini akan dilakukan mulai 2 Mei 2017

Jalan Selokan Mataram Jadi Searah, Dishub Sleman Uji Coba Rekayasa Lalin Mulai 2 Mei
Tribun Jogja | Rento Ari Nugroho
Pengguna jalan harus bersabar ketika tiba di simpang empat pertemuan jalan Selokan Mataram dan Jalan Nologaten, Selasa (25/4/2017). Kepadatan arus lalu lintas yang semakin tinggi membuat Dinas Perhubungan Sleman berencana untuk merekayasa arus lalu lintas di ruas jalan ini menjadi searah. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Guna Untuk mengatasi tingkat kepadatan lalu lintas yang semakin tinggi di kawasan Selokan Mataram, Dinas Perhubungan Sleman melakukan rekayasa arus lalu lintas. Di beberapa ruas jalan, arus lalu lintas akan dibuat searah.

Dinas Perhubungan Sleman merilis, perubahan ini akan diterapkan di ruas jalan Selokan Mataram mulai dari simpang empat Jalan Empu Tantular hingga simpang empat Jalan Nologaten (OB). Rencananya, ujicoba penerapan rekayasa lalu lintas ini akan dilakukan mulai 2 Mei 2017.

"Namun tidak semuanya searah. Ada beberapa ruas jalan yang searah untuk mobil, namun motor tetap bisa masuk," kata Henri Firmansyah dari Bidang Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dishub Sleman, Selasa (25/4/2017).

Henri menjelaskan, jalan searah akan diterapkan dari selokan mataram di simpang empat jalan Empu Tantular menuju ke timur hingga simpang empat Jalan Nologaten (OB).

Arus searah kemudian berlanjut ke selatan hingga simpang tiga Jalan Cendrawasih.

Dari simpang tiga ini ke arah barat (jln Cendrawasih), motor masih boleh berjalan dua arah namun mobil hanya searah ke arah barat. Hal yang sama diterapkan untuk ruas jalan Empu Tantular ke utara hingga bertemu dengan Jalan Selokan Mataram.

"Untuk itu masyarakat diharapkan memahami perubahan ini. Rekayasa ini akan diujicoba mulai 2 Mei 2017 dengan melibatkan petugas Dishub, Satpol PP dan Kepolisian," lanjutnya.

Denah perubahan arus lalin selokan mataram
Denah perubahan arus lalin selokan mataram (Dishub Sleman)

Henri menjelaskan, pertimbangan diberlakukannya rekayasa ini adalah tingkat kepadatan arus lalu lintas yang sudah tinggi di kawasan tersebut.

Tingkat kepadatan arus lalu lintas di area tersebut telah mencapai tingkat layanan D dari skala A hingga F atau sudah cukup tinggi. Pemberlakuan arus searah dilakukan untuk mengurangi konflik arus lalu lintas.

Diharapkan setelah pemberlakuan ini tingkat layanan bisa turun hingga B.

Halaman
12
Penulis: toa
Editor: iwe
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help