TribunJogja/

Dosen Akindo Pamer Karya di Zushi Beach Film Festival Jepang

Kegiatan yang berlangsung dari 28 April hingga 8 Mei 2017 ini nantinya akan mempertontonkan empat film karya mahasiswa AKINDO

Dosen Akindo Pamer Karya di Zushi Beach Film Festival Jepang
zushifilm.com
Zushi Beach Film Festival Jepang 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dua dosen tetap Akademi Komunikasi Indonesia (AKINDO) Yogyakarta, Karina Rima Melati, S.Sn., M.Hum dan Hanif Zuhana Rahmawati, M.Sn, diundang sebagai delegasi Indonesia dalam ajang Zushi Beach Film Festival, di Tokyo, Jepang.

Kegiatan yang berlangsung dari 28 April hingga 8 Mei 2017 ini nantinya akan mempertontonkan empat film karya mahasiswa AKINDO yang telah dinyatakan lolos seleksi.

Adapun keempat film tersebut meliputi, Salini Rengganis The Surfer Girl (Munir Shadikin), Kecak Garuda Wisnu Kencana (Vido Martakusumah), Wonosobo (Kelir Production) dan Yogyakarta. Sementara special screening akan menayangkan Film karya kolaborasi Hanif dan Karina sebagai dosen dengan para mahasiswa mereka dari jurusan Broadcasting Film dan Advertising AKINDO “The Embodiment of Batik”. Film lain yang lolos seleksi berasal dari komunitas film antara lain: Kapur Tulis (Hendra Louis), GPS - Ga Pake Suwi (Aryudha Fasha) dan Voice of Wall (Premafest).

Selain Film, di festival yang telah memasuki tahun ke-8 penyelenggaraannya ini Karina dan Hanif akan mengisi workshop pada program Indonesian Day (tanggal 7 Mei 2017) dimana Karina yang aktif sebagai anggota sanggar batik Jenggolo akan memberikan pelatihan batik dan jumputan pewarna alam. Sedangkan Hanif yang merupakan penggiat masakan tradisional Indonesia mengisi pelatihan kuliner khas Jawa dan Bali.

Lebih dari itu pada program Indonesian Day yang akan dikunjungi masyarakat Jepang dan turis mancanegara, baik Karina dan Hanif akan berkolaborasi dengan delegasi Indonesia lainnya, I Made Widya Diputra dan I Made Maha Ardhika untuk menyelenggarakan workshop memakai pakaian tradisional dari Jawa Tengah, Betawi, Nusa Tenggara Barat dan Bali.

Tak ketinggalan musisi Bali I Made Dwi Dian Rasmana juga akan unjuk kebolehan dalam memainkan gamelan Bali atau musik Rindik berkolaborasi dengan musisi Jepang, Daeho dan Kohe.

Keberangkatan dua dosen AKINDO ini memeroleh dukungaN penuh dari ketua Yayasan Pendidikan Komunikasi, Jendral (Purn) Joko Subroto.

“Ini bukan saja memberikan pengalaman dan membangun jejaring yang lebih luas, tapi sekaligus ajang pamer karya mahasiswa AKINDO agar bisa diapreasiasi lebih jauh di tingkat internasional," jelasnya kepada Tribun JOgja, Minggu (22/4/2017)

Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help