TribunJogja/

Wanita Peserta Marathon Pertama di Dunia Ini Kembali Ikuti Lomba Marathon di Usia 70 Tahun

Sejak berusia 12 tahun, Katherine sudah sering berolahraga lari, dan dengan dukungan dari pelatihnya.

Wanita Peserta Marathon Pertama di Dunia Ini Kembali Ikuti Lomba Marathon di Usia 70 Tahun
Independent
Kathrine Switzer. 

Hal ini dipercaya Kathrine membuatnya berbaur dengan peserta lain sehingga ia tidak ketahuan oleh panitia lomba.

Meski bergitu, ia tidak bersembunyi: “Saya sangat bangga menjadi wanita. Saya mempunyai rambut yang panjang, dan ketika menuju garis start pun saya tetap berlipstik dan bereyeliner. Pria lainnya di sekitar saya pun tahu bahwa saya adalah seorang wanita.” Ujar Kathrine.

Perlombaan pun dimulai, namun, baru saja Kathrine menempuh 3 kilometer, ia diserang oleh panitia lomba.

“Saya menyentakkan kepala dengan cepat, lalu saya melihat ke wajah paling jahat yang pernah saya lihat, "kenangnya.

“Seorang pria besar, ia terlihat seperti ingin menerkam dengan giginya, dan sebelum saya bisa bereaksi, ia menangkap pundakku, dan melemparku kembali sembari berteriak, ‘Pergilah dari perlombaan ini, dan berikan padaku nomor pesertamu!’”

Untungnya , kekasih Kathrine, yang ikut berlari bersamanya, berhasil menghalang-halangi panitia lomba tersebut sehingga Kathrine tetap bisa berlari.

“Saya tahu jika saya menyerah, maka tidak ada yang akan percaya bahwa wanita sanggup untuk melakukan marathon. Mereka akan berpikir bahwa saya hanyalah sebuah lelucon, dan bahwa wanita hanya asal mengikuti lomba tanpa memiliki kemampuan yang mumpuni.” Ujarnya.

“Saya tak bisa membiarkan rasa takut menghentikannku.” Tambah Kathrine.

Sejak saat itu, Kathrine melakukan kampanye untuk olahraga lari perempuan, yang dimana hal ini berhasil membuat dimasukannya cabang olahraga marathon untuk perempuan di Olimpiade tahun 1984.

Kini, Kathrine menjalankan sebuah kampanye yang dinamakan 261 Fearless, yang dimana kampanye ini mendorong dan mendukung wanita untuk mengikuti olahraga lari. (intisari-online)

Editor: oda
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help