Tingkat Aktivitas Gunung Merapi Normal, Waspada Ancaman Bahaya Lahar dan Gerakan Tanah

Aktivitas Gunung Merapi yang berada di perbatasan wilayah DIY dan Jawa Tengah dinyatakan dalam tingkat normal sepekan terakhir

Tingkat Aktivitas Gunung Merapi Normal, Waspada Ancaman Bahaya Lahar dan Gerakan Tanah
ist
Lampiran dari BPPTKG tentang kondisi Merapi 

TRIBUNJOGJA.COM - Aktivitas Gunung Merapi yang berada di perbatasan wilayah DIY dan Jawa Tengah dinyatakan dalam tingkat normal sepekan terakhir, Jumat (14/4/2017) hingga Kamis (20/4/2017).

Meskipun demikian, pendakian hanya disarankan sampai Pasarbubar dan masyarakat diminta waspada terhadap ancaman bahaya lahar serta gerakan tanah.

Dalam rilisnya, Jumat (21/4/2017), Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menjelaskan, cuaca cerah terjadi di seputar Merapi sepanjang hari, meskipun terkadang disertai mendung dan hujan.

Pada Rabu (19/4/2017) pukul 05.55 WIB dari Pos Pengamatan Kaliurang, terpantau asap berwarna putih, tebal dengan tekanan gas lemah, tinggi maksimum 600 meter arah barat.

Secara morfologi, Gunung Merapi belum menunjukkan adanya perubahan yang signifikan.

Begitu pula bila dilihat dari aktivitas kegempaan, Merapi juga masih dalam kategori normal.

Sepekan ini, terjadi 26 kali gempa guguran (RF), 20 kali gempa tektonik (TT) dan empat kali gempa multiphase.

Deformasi gunung dipantau secara instrumental menggunakan tiltmeter, EDM dan GPS juga tidak menunjukkan adanya perubahan yang berarti.

Pekan ini juga terjadi hujan di seluruh pos pengamatan.

Intensitas curah hujan tertinggi terjadi di Pos Jrakah pada Selasa (18/4/2017), dengan jumlah 14 mm/jam selama 60 menit.

Meskipun demikian, tidak terjadi penambahan aliran di sungai yang berhulu di Merapi.

Berdasarkan sejumlah kondisi tersebut, maka aktivitas Gunung Merapi dinyatakan dalam tingkat normal.

Namun demi keselamatan para pendaki dengan melihat kondisi morfologi gunung yang rawan longsor, kegiatan pendakian hanya disarankan sampai Pasarbubar saja.

Terkecuali untuk kepentingan penelitian dan penyelidikan yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

Masyarakat juga perlu waspada terhadap ancaman bahaya lahar dan gerakan tanah, karena masih terjadi hujan di seputar Merapi. (tribunjogja.com)

Penulis: say
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help