Home »

Jawa

Polisi Selidiki Kecelakaan di Proyek Harris POP Hotel Solo, 3 Pekerja Jatuh dari Ketinggian 28 Meter

Kecelakaan kerja itu terjadi akibat kelalaian pihak pekerja. Gondola tersebut menahan beban terlalu berat sehingga talinya putus.

Polisi Selidiki Kecelakaan di Proyek Harris POP Hotel Solo, 3 Pekerja Jatuh dari Ketinggian 28 Meter
TribunSolo.com/Eka Fitriani
Suasana di lokasi proyek Harris & POP! Hotel Solo, Jumat (21/4/2017)siang, setelah tiga pekerja tewas akibat kecelakaan kerja di sana. 

TRIBUNJOGJA.COM, SOLO - Polisi masih menyelidiki kasus tewasnya tiga pekerja proyek pembangunan Harris & POP! Hotel Solo, Jumat (21/4/2017) pagi.

Kesimpulan sementara, tiga pekerja itu tewas gara-gara putusnya tali gondola yang mereka pakai naik ke lantai 10.

Saat gondola baru sampai di lantai tujuh, tali gondola terputus sehingga tiga pekerja itu jatuh.

"Mereka jatuh dari ketinggian sekitar 28 meter, karena tiap lantai tingginya empat meter," kata Kasat Serse Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi, saat dimintai konfirmasi jurnalis di Solo, Jumat siang.

Ia menduga, kecelakaan kerja itu terjadi akibat kelalaian pihak pekerja.

Menurutnya, gondola tersebut menahan beban terlalu berat sehingga talinya putus.

"Sebab, gondola itu idealnya dipakai hanya dua orang tapi ternyata tadi dipakai tiga orang," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, tiga orang pekerja tewas seketika dalam kecelakaan kerja di proyek pembangunan Harris & POP! Hotel Solo, Jl Slamet Riyadi, Purwosari, Solo, Jumat pagi.

Mereka tewas setelah gondola yang mereka pakai naik ke lantai 10 ternyata putus talinya, sehingga mereka jatuh.

Tiga korban adalah, pertama, Alfa Kristanto (27), warga Losari, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, yang sebelum tewas tungkai kaki kanan-kirinya luka, sedangkan dari mulutnya keluar darah.

Lalu Suyatno (35), warga Randusari RT 04/RW 30, Mojosongo, Jebres, Solo.

Korban kaki kanan dan kiri lukanya, serta mulutnya mengeluarkan darah.

Ketiga, pria yang belum diketahui identitasnya alias Mr X, berusia sekitar 40 tahun, mengalami patah tulang tertutup, dan  pinggul kanan luka.

Belakangan diketahui, Mr X adalah Wahyudi, warga Desa Krajan, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo. (TribunSolo.com/Labib Zamani dan Eka Fitriani)

Editor: oda
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help