TribunJogja/

Miris, Bayi Perempuan Dibuang Di Dalam Masjid

Dirinya kaget setelah diperiksa ternyata isi bungkusan merupakan orok bayi dalam keadaan meninggal.

Miris, Bayi Perempuan Dibuang Di Dalam Masjid
tribunjogja/rendika ferri k
Garis polisi dipasang di lokasi penemuan bayi perempuan yang diperkirakan baru berusia 6 - 7 bulan di Desa Logandeng, Kecamatan Playen, Gunungkidul, tepatnya di dalam kamar mandi Masjid Nurul Hadi, Jumat (21/4/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sesosok bayi perempuan yang diperkirakan baru berusia 6 - 7 bulan ditemukan dalam keadaan meninggal oleh warga Desa Logandeng, Kecamatan Playen, Gunungkidul di dalam kamar mandi Masjid Nurul Hadi, Jumat (21/4/2017).

Bayi tersebut diduga sengaja dibuang oleh orangtuanya sendiri.

Penemuan orok bayi tersebut bermula saat pengurus masjid, Yayuk saat hendak mematikan lampu di dalam masjid tersebut.

Begitu sampai di dalam kamar mandi, dia melihat terdapat bungkusan plastik berwarna hitam yang mencurigakan.

Dia pun lantas memanggil teman-temannya untuk melihat isi dari bungkusan tersebut. Dirinya kaget setelah diperiksa ternyata isi bungkusan merupakan orok bayi dalam keadaan meninggal.

"Waktu itu saya sedang mematikan lampu masjid karena masih dalam keadaan menyala, setelah sampai kamar mandi ternyata ada bungkusan hitam, ternyata isinya adalah bayi," ujar Yayuk, Jumat (21/4/2017).

Pihaknya langsung menghubungi Kepala Desa Logandeng, Suhadi, lalu melaporkan penemuan bayi tersebut ke Polsek Playen.

Tak lama, petugas kepolisian langsung datang bersama petugas medis dari Puskesmas Playen I untuk memeriksa kondisi bayi dan melakukan olah TKP.

Warga lansung membersihkan tempat kejadian perkara. Bayi malang tersebut disemayamkan di masjid, dan diberikan kain kafan sebelum akhirnya dikuburkan oleh warga di makam desa setempat.

"Setelah diperiksa memang sudah meninggal, kami langsung mandikan bayi dan di makamkan di tempat pemakaman umum di desa," ujar Yayuk.

Sementara itu dari pemeriksaan tim medis dari Puskesmas I Playen, bayi perempuan tersebut lahir saat berusia kandungan enam sampai tujuh bulan dengan bobot satu kilogram.

"Bayi perempuan tersebut meninggal dikarenakan kehabisan oksigen saat dimasukkan di dalam tas," ujar Dokter Puskesmas 1 Playen, dr Jolanda Barahama.

Kepala Satuan Resort Kriminal Polres Gunungkidul, AKP Rudi Prabowo, mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas penemuan orok bayi tersebut.

Berdasarkan kesaksian warga, terdapat mobil dan juga motor yang sempat berhenti di masjid pada pagi hari sebelum waktu penemuan bayi. "Kami masih selidiki, diduga memang sengaja dibuang oleh orangtua bayi," ujar Rudi. (*)

Penulis: rfk
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help