TribunJogja/

Inilah Ilmu yang Dipelajarai Maling Tempo Dulu, Mulai dari Sirep sampai Primbon

Selain menguasai teknik-teknik membobol dinding rumah atau menggali terowongan bawah tanah untuk mencapai sasaran, mereka juga mempelajari ilmu gaib.

Inilah Ilmu yang Dipelajarai Maling Tempo Dulu, Mulai dari Sirep sampai Primbon
Net
Ilustrasi 

Tempat dan waktu yang tepat untuk melaksanakan suatu operasi pencurian atau perampokan ditentukan melalui berbagai perhitungan yang matematis sekaligus mistis.

Cara melakukan perhitungan ini ada macam-macam, tergantung jenis penjahatnya.

Maling tengahan (pencuri kelas menengah), misalnya, memiliki cara-cara perhitungan yang berbeda dari maling ketut yang lebih kawakan dan ditakuti.

Tiap-tiap metode perhitungan memiliki nama sendiri, seperti pujangga sanga (sembilan cerdik pandai), kalamuding (ilmu setan, kala = setan, muding = ilmu), naga dina, sahat nabi dan rajamuka.

Cara-cara perhitungan ini ada yang digunakan sendiri-sendiri, tapi ada juga yang dipakai secara berkombinasi.

Maling ketut, misalnya, selalu mengkombinasikan metode naga dina dengan metode sahat nabi.

Yang pertama dipakai untuk menentukan ke arah mana ia harus mencari calon korban pada hari-hari tertentu, sedang yang kedua untuk menentukan jam yang paling baik untuk berangkat ke lokasi di mana pencurian akan dilakukan.

Cara melakukan perhitungan-perhitungan ini relatif rumit.

Metode-metode tertentu malah harus ditunjang dengan alat bantu, seperti gambar atau diagram. (intisari-online)

Editor: oda
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help